Notification

×

Adsense atas

Adsen


Pemukim Israel Serbu Kota di Tepi Barat Palestina, 3 Orang Luka

Kamis, 27 Januari 2022 | 12:14 WIB Last Updated 2022-01-27T05:14:08Z

 

Ilustrasi. Pemukim Israel menyerbu Kota Huwwara, Tepi Barat, Palestina, dan melemparkan batu ke toko-toko dan mobil hingga melukai beberapa orang.



Jakarta  - Segerombolan pemukim Israel menyerbu kota di Tepi Barat, Palestina, dekat Nablus, menggunakan beberapa mobil pada Senin (24/1) malam.


Menurut laporan media lokal, kelompok pemukim Israel menyerbu Kota Huwwara guna merayakan pembebasan seorang pria dari penjara. Pria itu dihukum lantaran menyerang warga Palestina.


Selama kerusuhan berlangsung, para pemukim Israel dilaporkan melemparkan batu ke jendela rumah, toko dan kendaraan yang dilalui hingga melukai setidaknya satu orang, sebagaimana dikutip CNNindonesia.com.


"Tadi malam rombongan pemukim datang dari Zaatara menuju Huwwara dengan mengendarai mobil. Mereka menyerang rumah, tokoh, dan mobil," ujar Walikota Huwwara, Mueen Al Dmeidi.


Dalam sebuah video, terlihat dua pria melempari batu ke mobil yang terparkir, sebelum mereka kembali ke mobil mereka dan bergabung dengan rombongan tersebut.


Menurut media lokal Palestina, Wafa, seorang warga Palestina 17 tahun terluka akibat serangan ini. Beberapa laporan lain memprediksi setidaknya tiga orang terluka.


Insiden ini dikonfirmasi oleh pihak militer Israel. Melalui pernyataan, militer Israel mengatakan konfrontasi terjadi antara warga Israel dan Palestina di desa Huwwara, selatan Nablus, Tepi Barat.


"Konfrontasi dimulai saat beberapa warga Israel berkendara menuju desa dan melemparkan batu, menimbulkan kerusakan signifikan terhadap bisnis dan kendaraan," demikian pernyataan militer Israel.


Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, mengecam perilaku pemukim negara itu, dan berjanji akan menindaklanjuti masalah ini.


Gantz menilai kekerasan tersebut adalah "kekerasan bermotivasi nasionalis" dan tidak dapat diterima.


Namun, pihak Palestina, termasuk Walkot Dmeidi, pesimis Israel bakal menghukum pelaku kekerasan tersebut.


Dmeidi menuturkan, ia ragu oknum pemukim Israel tersebut bakal dihukum.


"Bayangkan bila sebaliknya yang terjadi, dan warga Palestina yang menyerang warga Israel," tutur Dmeidi.


"Pembantaian akan dilakukan terhadap warga Palestina. Anda akan melihat banyak warga Palestina mati, sementara seluruh dunia membicarakan warga Israel malang yang menjadi korban," lanjutnya.


Sejauh ini, juru bicara kepolisian Israel mengatakan pada CNN, tidak ada penangkapan terkait insiden ini, tetapi investigasi tengah dilakukan.


Insiden di Huwwara terjadi beberapa hari setelah pemukim menyerang aktivis perdamaian di desa Burin, Tepi Barat, pada Jumat (21/1).


Dalam video yang beredar, terlihat kelompok pemukim bermasker menyerang kelompok anti-okupasi Israel dan warga Palestina dengan batu dan membakar satu mobil.(*)


adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN