Notification

×

Adsense bawah

Adsen


Mulai 2022 Guru di Pedalaman Keerom Tidak Bakal Terima Hak, Ini Penyebabnya

Jumat, 07 Januari 2022 | 11:53 WIB Last Updated 2022-01-07T04:54:37Z

Plt Sekertaris Dinas P & K Kabupaten Keerom, Pius Amo, S.Ag. (Foto : Nbr/Fajarharapan Id)


Keerom, fajarharapan.id - Pemerintah Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, bertegas-tegas pada guru yang mengajar di pedalaman. Mereka yang tidak melaksanakan tugas sesuai dengan SK penempatan, maka bersiap-siap bakal tidak menerima haknya selaku pegawai.


Penegaskan itu disampaikan Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Keerom, Pius Amo, S.Ag, saat ditemui fajarharapan.id di ruang kerjanya, Jumat (7/1/2022).  


Menurutnya, rendahnya kemampuan dan kualitas siswa di Kabupaten Keerom, terutama di daerah pedalaman untuk bersaing dengan siswa dari daerah lain perlu mendapat perhatian serius. Salah satunya penyebabnya guru yang ditempatkan di sekolah tersebut banyak yang tidak maksimal melaksanakan tugas. 


Mulai saat ini katanya, Pemerintah Kabupaten Keerom bertegas-tegas dalam hal ini. Ketegasan dalam penempatan maupun pengawalan tenaga pendidik (Guru) yang baru CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3KP yang telah memperoleh SK.


Khususnya yang CPNS maupun P3K yang sudah di tetapkan SK-CPnya, harus ikuti sesuai SK, tidak akan ada nota dinas untuk mutasi pindah tempat tugas. 


Sudah menjadi PNS di Keerom maka sudah bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Kabupaten Keerom termasuk di daerah pedalaman.


Menurutnya, peningkatan kualitas siswa  di sekolah pedalaman dapat ditentukan oleh seberapa mampu tenaga pendidik itu bertahan dan melaksanakan tugasnya dalam mendidik siswa, sehingga ketegasan dalam penempatan tenaga pendidik (guru) serta pengawasan tentu sangat diperlukan.


Mendasari sejumlah laporan masyarakat pada tahun 2021 terkait tidak betahnya guru di daerah pedalaman. "Maka mulai Januari 2022 ini, kami pihak dinas akan mengambil ketegasan dalam penempatan tenaga pendidik serta akan terus mengawasi, agar guru yang ditempatkan mampu bertahan dan melaksanakan tugas terutama mereka di daerah pedalaman seperti di Distrik Towe, Kesnar, Web, Yaffi, serta Senggi dan Waris," ujarnya.


Menurutnya, Dinas Pendidikan sudah mengarahkan seluruh tenaga pendidik (guru) agar mulai 5 -9 Januari sudah harus berada di tempat karena mulai 10 Januari aktivitas sekolah mulai normal. 


Khusus di daerah pedalaman Dinas Pendidikan juga akan membangun kerja sama dengan kepala kampung maupun masyarakat untuk memantau siapa guru yang tidak betah di tempat tugas. "Jika kami mendapat laporan maka tidak segan kami memberikan sanksi yang tegas," tambahnya.


Mau ditempatkan di Distrik Towe, Kesnar, atau di Distrik Web, harus siap, tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan kewajiban. "Kami akan terus melaksanakan pengawasan. Jika kedapatan tidak betah di tempat tugas maka resikonya gaji, tunjangan, sertifikasi dan hak lainnya akan ditahan," tegasnya.


Dikatakan Pius Amo yang juga salah satu tokoh intelektual Keerom ini menegaskan, tidak ada ampun dan tidak ada manja di sini, tidak pula ada pilih kasih, siapapun dia yang tidak melaksanakan tugas ada sanksi.


Apalagi bermimpi untuk mendapat nota dinas pindah ke manapun, itu tidak akan terjadi. Di tempatkan di mana sesuai SK. "Ketegasan  ini kami akan terapkan demi perbaikan pelayanan pendidikan di Kabupaten Keerom," cetusnya.


Disebutkan, ingat masyarakat sedang menanti kehadiran guru, murid di daerah pedalaman banyak yang terlantar tidak memperoleh akses pendidikan yang layak akibat tidak adanya tenaga pendidik. (Nbr)


ADSEN KIRI KANAN