Notification

×

Adsense atas

Adsen


Ayah Garap Anak Tiri Selama 12 Tahun di Tanah Datar

Senin, 17 Januari 2022 | 21:06 WIB Last Updated 2022-01-19T02:51:56Z

.

 

Tanah Datar, fajarharapan.id - Memperturutkan kehendak nafsu, seorang ayah tega-teganya menggarap anak tirinya selama 12 tahun. Perbuatan biadap itu telah dilakukannya semenjak anak tirinya masih sekolah TK.

 

Ternyata sudah 12 tahun  sandiwara  terselubung yang dibungkus rapi  seorang ayah tiri berinisial EZN terkuak di penghujung tahun 2021 dan akhirnya berurusan dengan kepolisian.


EZN (59), sehari-hari berjualan nasi, tega  mencabuli anak tirinya sendiri bernama Melati (bukan nama sebenarnya) malah sejak dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai berumur 14 tahun.


Kapolres Tanah Datar AKBP. Ruly Indra Wijayanto, SIK. M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Syafri, SH sampaikan kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/1), membenarkan adanya pengaduan pihak keluarga korban kepada pihak Kepolisian.


Menurut keterangan AKP Syafri, keterangan korban dan saksi serta petunjuk dan barang bukti, juga hasil visum korban, maka perbuatan pelaku telah cukup bukti diduga kuat telah melakukan perbuatan cabul, terhadap anak tiri tersangka sendiri.


Berdasarkan Surat Perintah Penangkapan nomor : Sprin.kap/02/I/2022/Reskrim tanggal 14 Januari 2022 Unit PPA dan Tim Opsnal yang di pimpin oleh AKP Syafri, langsung bergerak dan melakukan penangkapan terhadap tersangka EZN di rumahnya di  Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar dan tersangka kini telah diamankan di Polres Tanah Datar. 


Kasat Reskrim menjelaskan, bermula pada Jumat 31 Desember 2021, sekira pukul 19.30.Wib bertempat di kediaman kakak sepupu korban diajak untuk menginap di rumah kakaknya untuk menemaninya, dan pada saat itulah kakak sepupu korban bertanya menanyai kondisi Melati yang kurang sehat dan sering termenung dan hanya banyak diam.


“Akhirnya korban bercerita kepada kakaknya bahwa korban telah sering dilakukan persetubuhan oleh pelaku yang mana dari keterangan korban berawal pada tahun 2010 sewaktu ibu korban yang bernama DY dinikahi oleh pelaku ERZ yang sewaktu itu ibu korban berstatus janda yang memiliki 2 orang anak,” kata Kasat Reskrim menambahkan.


Dikatakan, setelah nikah ibu korban dan pelaku tinggal dan menetap di Bukitinggi dan dalam kehidupan berjalan sampai korban masuk sekolah TK dan sewaktu sekolah TK pelaku sudah mulai mencabuli korban. Pernah korban menyampaikan kepada ibunya tentang perbuatan bapak tirinya, tetapi tidak mendapat tanggapan dari sang ibu.


Pada tahun 2019 rumah pelaku atau korban terbakar di Bukitinggi, kemudian korban dan orang tuanya pindah ke kampung di Tanah Datar dan korban melanjutkan sekolah ke SD, seterusnya hingga kelas II SMP pelaku tetap melanjutkan perbuatan cabulnya terhadap korban hingga terakhir tanggal 15 Desember 2021.


Mendapat cerita tersebut kakak sepupu korban langsung menceritakan ke adik ibunya yang bernama P, sewaktu itu pulang dari Medan dan setelah mendapat informasi itu, korban langsung dibawa eteknya (adik ibu --red.) ke Medan. 


Atas rembukan keluarga perbuatan cabul harus dilaporkan dan maka etek korban pulang lagi ke Batusangkar untuk melapor ke polisi.


“Sampai di Batusangkar, korban diinapkan di rumah eteknya yang bernama A di Sungai Tarab dan orang tua dan pelaku tidak mengetahui korban ada di Batusangkar dan setelah itu membuat laporan dan dimintakan visum serta diamankan barang bukti.


“Selanjutnya terhadap pelaku dilakukan penangkapan di kediamannya di Jorong Gurun Nagari Gurun Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar,” kata Kasat Reskrim AKP Syafri, SH.


Terhadap tersangka dapat disangkakan melanggar ketentuan Pasal 81 Jo Pasal 82 ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi UU Jo UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 287 ayat (1) Jo Pasal 290 ke-2e KUH Pidana, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. (***)


adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN