Notification

×

Adsense atas

Adsen


Alumni Berkontribusi, Ponpes Madrasatul 'Ulum Berikan PPMU Award

Sabtu, 22 Januari 2022 | 19:42 WIB Last Updated 2022-01-22T12:42:41Z

Pondok Pesantren Darul 'Ulum Lubuak Pandan, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkuang, Padang Pariaman berikan "PPMU Award" tahun 2022 kepada Alumni yang berkiprah untuk kemajuan almamaternya. (foto.dok.saco)


Lubuak Pandan
- Ketua DPC PKB Padang Pariaman Afredison menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada Yayasan Syekh Abdullah Aminuddin Tuanku Shaliah yang telah memberikan PPMU Award, Jumat (21/01/22) malam.


Yayasan yang menaungi Pondok Pesantren Madrasatul 'Ulum Lubuak Pandan itu, melaksanakan kegiatan tahunan berupa "Basafa Buya Lubuk Pandan", yang digelar setiap pertengahan Jumadil Akhir. Kegiatan basafa malam itu, dibarengi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh. 


Setidaknya, mereka telah memberikan nilai positif serta berkontribusi terhadap kemajuan pesantren yang terletak di Kampung Guci, Nagari Lubuak Pandan, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkuang, Padang Pariaman tersebut.


Satu dari 10 tokoh yang dapat PPMU Award adalah Afredison, salah seorang alumni yang kini jadi anggota DPRD Padang Pariaman, sekaligus Ketua Fraksi PKB di lembaga wakil rakyat itu. 


"Penghargaan ini sungguh sebuah motivasi yang sangat luar biasa, untuk terus berbuat yang terbaik di pondok ini," sebut dia.


Afredison diberikan PPMU Award kategori pengembangan politik kebangsaan. Pun yang sama dengan beliau, juga ada Asrizal Malin Sinaro, yang sealumni, kini anggota DPRD Kabupaten Agam. 


"Dan memang, konsep PKB adalah politik rahmatan lilalamin, yang sangat mnjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Yakni Ahlussunnah waljamaah yang sudah menjadi materi pokok dalam kajian pesantren," kata dia.


Ia tak menyangka sama sekali, kalau malam itu menjadi malam istimewa bagi dirinya. Ada rasa haru dan bangga, dengan kiprahnya yang berkecimpung di partai, setelah tak lagi di pesantren. Ternyata dilirik dan diperhatikan oleh pesantren, tempat dia menimpa ilmu dulunya.


Kepada pimpinan pesantren, pengurus yayasan, dan keluarga besar Madrasatul 'Ulum, Afredison menyampaikan terima kasih banyak. "Semoga ini menjadi langkah besar berikutnya, untuk berbuat baik, dan ikut memajukan pesantren ini," harap dia.


Kegiatan Basafa Buya Lubuk Pandan sengaja dilakukan, mengingat bulan Jumadil Akhir, wafatnya Buya Abdullah Aminuddin Tuanku Shaliah, sang pendiri pesantren. Basafa juga dikaitkan dengan sekalian peringatan hari wafat buya lainnya, yang erat kaitannya dengan pesantren.


Tersebutlah nama Buya Iskandar Tuanku Mudo, Buya Buchari Rauf, Uwai Hj. Gadis, dan Buya Marzuki Tuanku Labai Nan Basa. "Maka ini kita namakan dengan Basafa Buya Lubuk Pandan. Mengembalikan kebesaran nama pesantren, sepeninggal buya dan guru tersebut.


Basafa diawali dengan Shalat Magrib berjemaah, lanjut tahlil dan zikir bersama sampai masuk waktu Shalat Isya. Setelah itu makan bersama, dilanjutkan dengan "badikie", dari beberapa orang pemahirnya yang sengaja diundang.


Lanjut dengan serimonial, berupa penyapaian materi dan testimo soal buya-buya yang sudah mendahului. Tentu banyak ilmu dan kisah yang beliau tinggalkan, demi untuk masa depan pondok.


"Satu pesan yang saya terima, sampai kapanpun, pesantren yang sedernaha ini tak boleh hilang dan mati begitu saja," kata Buya Marulis Tuanku Mudo, Pimpinan Pesantren Madrasatul 'Ulum.


Dia minta seluruh alumni dan pengurus yayasan, aga terus bekerjasama memajukan pondok itu. Malam itu, sekalian diserahkan nomor statistik pondok yang diterbitkan Kementerian Agama RI dari Ketua Yayasan Syekh Abdullah Aminuddin Tuanku Shaliah Masrizal ke Buya Marulis Tuanku Mudo, selaku Pimpinan. (saco)



adsensen-1

ADSEN KIRI KANAN