Notification

×

Adsense bawah

Adsen


'Tsunami' Covid 19 Prancis Catat 208 Ribu Kasus

Kamis, 30 Desember 2021 | 08:48 WIB Last Updated 2021-12-30T01:48:20Z

ilustrasi


Jakarta - Prancis kembali mencatat rekor harian Covid-19 dengan 208 ribu kasus dalam 24 jam terakhir pada Rabu (29/12/2021). Angka itu membuat Paris melaporkan kasus tertinggi selama dua hari beruntun.


Di hari sebelumnya, Selasa (28/12/2021) Prancis juga mencetak rekor kasus harian dengan 179.807 kasus.


Menteri Kesehatan Prancis, Oliver Veran, melaporkan jumlah kasus melonjak 15 persen di hari sebelumnya. Angka itu, kata dia, sudah berlipat ganda sejak Sabtu.


"Saya tak akan menyebut Omicron gelombang lagi, saya akan menyebutnya tsunami," kata Veran.


Menurut pernyataan Veran, sekitar 10 persen dari populasi Prancis telah melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi virus.


"(Jumlah itu) membuat kepala Anda pusing," ucapnya sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Veran telah memperingatkan bahwa kasus harian di Prancis bisa mencapai lebih dari 250 ribu kasus Covid-19 setiap hari pada awal Januari. Perayaan pesta Natal dan kumpul bersama keluarga diduga menjadi pemicu lonjakan kasus yang terjadi di Paris.


Demi menekan laju penularan virus, Perdana Menteri Prancis, Jeans Castex, mengumumkan beberapa langkah. Namun, ia memilih untuk tidak menerapkan penguncian wilayah atau pembatasan yang lebih ketat lain.


Beberapa aturan itu seperti dilarang makan di kereta, di kafe, dan bar.


Pemerintah juga mengumumkan sekitar 1.600 kelab malam di Prancis akan ditutup selama tiga pekan.


Menteri dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, juga menganjurkan pejabat pemerintah agar membatasi pertemuan publik di Malam tahun Baru. Ia juga meminta masker tetap dipakai baik di dalam atau di luar ruang, serta adanya peningkatan patroli polisi terkait konsumsi alkohol di malam hari.


Langkah yang demikian ini menuai banyak kritik dari para pengamat dan oposisi karena tidak efektif.


Federasi Rumah Sakit Prancis mengatakan, perlu langkah-langkah tambahan untuk menghindari RS kewalahan sampai-sampai membatalkan operasi.


Banyak rumah sakit di Prancis membatalkan operasi yang belum dianggap urgent karena lonjakan pasien Covid-19.


Prancis memiliki tingkat vaksinasi tertinggi, dengan 90 persen inokulasi, tapi masih ada lima juta orang yang belum mendapat dosis vaksin.


Pemerintah masih menggodok Rancangan undang-undang baru yang mengharuskan penduduk menunjukkan bukti vaksinasi sebelum memasuki ruang publik seperti restoran, bioskop, museum dan tempat umum lain. (*)




ADSEN KIRI KANAN