Notification

×

Adsense bawah

Adsen


Pengembangan Organisasi Sebagai Kebijakan Strategis PT. Taspen pada Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 22 Desember 2021 | 14:31 WIB Last Updated 2021-12-22T07:31:29Z

Gedung PT. Taspen (sumber: taspen.go.id)


Penulis: Muhamad Zidane Alfarizi 

(Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia)


Sejak tahun 2020 kemunculan pandemi Covid-19 di Indonesia telah menghadirkan berbagai dampak dan tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh sektor. Tidak terkecuali bagi sektor industri asuransi jiwa yang mencatatkan perlambatan kinerja sepanjang tahun 2020 dengan penurunan sebesar 6,1% dibandingkan tahun 2019, dengan kondisi penurunan terbesar terjadi pada kuartal II tahun 2020 saat pandemi Covid-19 pertama kali muncul di Indonesia (Taspen Life, 2020). 


Hal ini juga berdampak bagi PT. Taspen selaku BUMN yang bergerak di bidang penyelenggaraan asuransi jaminan pensiun dan jaminan hari tua bagi PNS yang telah memasuki usia tidak produktif dimana mendorong PT. Taspen untuk dapat bertindak adaptif untuk menghadapi berbagai tantangan di masa pandemi Covid-`19


Secara umum, ada beberapa program yang dihasilkan untuk oleh PT. Taspen untuk melayani pemberian jaminan kesejahteraan PNS yaitu Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Program Tabungan Hari Tua (THT), Program Pensiun, dan Program Jaminan Kematian (JKM)


Untuk mengoptimalkan penyelenggaraan program tersebut, PT. Taspen terus melaksanakan tanggung jawabnya dalam upaya memberikan jaminan pensiun dan jaminan hari tua yang memadai bagi PNS. Lebih lanjut, PT. Taspen berkomitmen untuk melakukan serangkaian strategi pengembangan organisasi di tengah dinamika lingkungan yang begitu cepat khususnya tantangan pandemi Covid-19. 


Hal ini penting untuk dilakukan guna mengembangkan kapasitas dan kemampuan organisasi dalam usahanya terkait optimalisasi penyelenggaraan jaminan hari tua dan hari pensiun bagi PNS yang memadai dan andal di masa pandemi Covid-19. Dengan demikian, pengembangan organisasi dipilih sebagai kebijakan strategis oleh PT. Taspen yang  diharapkan dapat menciptakan BUMN yang unggul dan berdaya saing tinggi


Menurut Rothwell & Sullivan (2005) dalam bukunya yang berjudul “Practicing Organization Development A Guide For Consultant” menjelaskan pengembangan organisasi sendiri merupakan suatu proses terencana dan kolaboratif untuk memahami, mengembangkan, dan mengubah organisasi dalam rangka meningkatkan sistem, nilai, sumber daya, dan kemampuan yang relevan untuk memperbaharui organisasi menuju organisasi yang lebih baik dalam mencapai tujuan dan sasaran strategis.

 

Demikian, PT. Taspen merumuskan berbagai kebijakan strategis untuk mengoptimalkan pengembangan organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Direktur utama PT. Taspen ANS Kosasih menjelaskan PT. Taspen selalu berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan jaminan pensiun bagi PNS dengan berbagai kebijakan strategis yang dipilih seperti memberdayakan SDM secara rutin untuk menjalankan operasional perusahaan yang prima.


Selain itu menerapkan investasi secara prudent, mengoptimalkan manajemen risiko dengan lebih berhati-hati dan aman dengan memperhitungkan secara seksama tingkat risiko, riset kondisi pasar secara rutin, likuiditas yang memadai, imbal hasil yang optimal dan pencadangan yang konservatif untuk menjamin kesejahteraan peserta Taspen (Purnama, 2020). 


Adapun berkaitan dengan kegiatan pengembangan organisasi sebagaimana yang diungkapkan oleh Cummings dan Worley (2009) dalam bukunya yang berjudul “Organization Development and Change” bahwa terdapat tiga isu utama yang membentuk dinamika perubahan yang dapat memicu organisasi untuk melakukan pengembangan organisasi secara cepat, yaitu globalisasi, teknologi informasi, dan inovasi. 


Dinamika perubahan ini memaksa organisasi untuk melakukan serangkaian respon dengan mengidentifikasi peluang baru dan ancaman dalam menghadapi tantangan yang ada. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan kapasitas organisasi sekaligus mempertahankan eksistensi organisasi yang lebih efektif dan efisien.


Melihat hal ini, PT. Taspen sendiri telah memfokuskan pengembangan organisasi dengan melibatkan konteks struktur organisasi, bisnis model hingga budaya organisasi untuk bisa terus mengikuti perubahan yang terjadi. 


PT. Taspen dapat mengidentifikasi peluang perkembangan dinamika perubahan terhadap efektivitas keberlangsungan pemberian jaminan pensiun dan kesejahteraan kepada PNS yang mana salah satunya ada perkembangan digitalisasi yang begitu cepat sehingga menjadi isu penting untuk diperhatikan khususnya di tengah pandemi Covid-19.


Tantangan tersebut dipahami sebagai salah satu proses pengembangan organisasi dapat melalui strategic change intervention sebagai pilihan untuk dapat dilakukan oleh PT. Taspen. Cummings & Worley (2009) menjelaskan cara ini dilakukan untuk mengorganisir sumber daya yang dimiliki oleh organisasi dalam meningkatkan keunggulan kompetitif dalam lingkungan yang dinamis. 


Berkaitan dengan hal ini, PT. Taspen merespon perkembangan digitalisasi yang semakin maju dengan menciptakan beberapa produk digital untuk memudahkan PNS dalam meraih hak pensiun secara cepat dan aman. Terjadinya pandemi Covid-19 juga dapat mendorong percepatan transformasi digital di PT. Taspen karena digitalisasi dianggap sebagai peluang besar bagi PT. Taspen untuk mengoptimalkan bentuk pelayanan hak jaminan pensiun PNS di masa pandemi Covid-19. 


Optimalisasi pelayanan berbasis teknologi terus dikembangkan oleh PT. Taspen melalui transformasi digital diantaranya adalah layanan Tanggap Andal Selamatkan Pensiunan dengan Pelayanan Bebas Corona (PESONA), yakni layanan berbasis daring yang meliputi (Taspen One-hour Online Service) TOOS, layanan E-Klim, Tcare, dan Otentikasi Digital. 


Bentuk pengembangan organisasi lainnya adalah upaya PT. Taspen untuk menerapkan konsep Governance, Risk, and Compliance yang semakin kapabel dengan pembentukan model Three Lines Of Defense dalam struktur organisasi PT. Taspen. Hal ini berguna untuk mengoptimalkan penerapan pengelolaan manajemen risiko dan meningkatkan efektivitas pengendalian serta pengawasan internal perusahaan yang lebih fleksibel (Arani, 2021). 


Berbagai kegiatan pengembangan organisasi yang dilaksanakan oleh PT. Taspen membuahkan hasil yang baik. Di masa pandemi Covid-19 PT. Taspen mendapatkan beberapa penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas hasil kerjanya yang baik untuk mengoptimalkan pelayanan jaminan pensiun dan hari tua PNS. Dimulai dari penghargaan TOP Inovasi Pelayanan Publik Kategori Outstanding Achievement of Public Service Innovation 2020, yang diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Tjahjo Kumolo. 


Pemberian penghargaan didedikasikan karena PT. Taspen selalu berupaya secara maksimal untuk memberikan pelayanan yang memadai di masa pandemi Covid-19. Kemudian, PT. Taspen juga mendapatkan Good Corporate Governance (GCG) Award 2020 untuk kategori "Indonesia The Most Trusted Companies" karena telah melaksanakan kebijakan strategis guna meningkatkan kualitas perusahaan dalam memberikan pelayanan yang prima (RM, 2021). 


Dengan demikian, PT. Taspen diharapkan tidak cepat berpuas diri atas hasil kinerjanya selama ini. Kedepannya PT. Taspen harus melaksanakan pengembangan organisasi melalui penerapan kebijakan strategis secara berkelanjutan dan konsisten. Hal ini penting dilakukan untuk menghasilkan pelayanan berbasis inovasi yang unggul dan responsif sehingga kesejahteraan pensiun PNS dapat terealisasi lebih baik. (*)



ADSEN KIRI KANAN