Notification

×

Adsense bawah

Adsen


Disbunnak Kalsel Sampaikan Refleksi Capaian Program Unggulan Pertanian 2021

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:14 WIB Last Updated 2021-12-28T14:14:28Z

Suasana zoom meeting bersama Kementan di Kantor Disbunnak Prov Kalsel, Selasa (28/12/2021).


Jakarta, fajarharapan.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan menghadiri Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) dan Refleksi Pelaksanaan Program Unggulan Pembangunan Pertanian 2021 dengan tema “Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi untuk Memperkuat Sektor Pertanian Dalam Mewujudkan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern Tahun 2021” yang diselenggarakan Kementerian Pertanian (Kementan) di Auditorium Kementan Jakarta, Selasa (28/12).


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada saat membuka Peringatan Hakordia melalui Zoom Meeting, mengatakan bahwa momentum ini amatlah penting untuk meningkatkan komitmen pengawasan dan pencegahan korupsi di lingkup Kementan.  


Disamping itu Menteri Pertanian juga meluncurkan Program Unggulan yaitu aplikasi KALDU EMAS (Kanal Pengaduan Elektronik Masyarakat) dan SiGAP-UPG (Sistem Informasi Gratifikasi Pertanian), sebagai upaya nyata dalam meningkatkan efektifitas pencegahan, penanganan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di lingkungan kementerian pertanian. 


Acara dilanjutkan dengan Evaluasi Pelaksanaan Program Unggulan setiap Dirjen dan Badan Lingkup Kementan Tahun 2021, sehingga mendapatkan cerminan agar ke depan dapat menjadikan Indonesia Swasembada Pangan.  


Pada kesempatan diskusi yang diberikan, Suparmi selaku Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan Program Unggulan Swasembada Daging Sapi Potong Tahun 2024 yaitu Strategi Integrasi Kelapa Sawit – Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KU INTIP). 


"Program ini kita luncurkan agar pihak petani dan para pertenak dapat terbantu nanti ke depannya,"ungkapnya.


Sekretaris Jenderal Kementan selaku moderator menyambut baik program tersebut karena sejalan dengan program pemerintah pusat, dan tentunya  perlu  mendapatkan dukungan dari Kementan.(feb)


ADSEN KIRI KANAN