Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Bupati Minta Seluruh ASN Berdomisili di Keerom

Rabu, 24 November 2021 | 08:01 WIB Last Updated 2021-11-24T01:01:55Z

Piter Gusbager, S.Hut, Mup


Keerom, fajarharapan.id - Bupati Piter Gusbager, S.Hut, Mup, Meminta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom agar berdomisisili di daerah setempat. Sebab hampir 2.000 lebih ASN saat ini berdomisili di kota dan Kabupaten Jayapura, hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian terutama Pasar Rakyat.


Hal itu diutarakan Bupati Keerom, Piter Gusbager S.Hut, Mup di sela sela penanaman perdana jagung di Tami Distrik Arso Kabupaten Keerom, kemarin.


Dikatakan, persoalan terbesar Kabupaten Keerom saat ini adalah, hampir seluruh ASN Keerom berdomisili di Kota Jayapura maupun Kabupaten Jayapura, hal ini tentunya memberikan kintribusi yang lebih besar kepada PAD Kota maupun Kabupaten Jayapura. 


Kata Bupati Keerom (Piter Gusbager, S.Hut, Mup), Setiap bulan Pemda Keerom mengeluarkan 14 Milyar Gaji PNS Keerom, Walau begitu besar Rupiah yang di keluarkan Pemkab Keerom, namun sayangnya Uang tersebut berputar di luar Keerom dan ini menjadi perhatian kita. Melihat kondisi ini Tahun depan (2022) dirinya akan memerintahkan Sekda, buat chackpoin di Pos Yowong untuk terus memantau ASN yang berdomisili di Jayapura.


Kita akan gunakan segala cara agar seluruh ASN tidak tinggal lagi di Jayapura, karena selama rantai persoalan ASN di Keerom tidak kita selesaikan jangan kita mimpi Petani di Kabupaten Keerom dapat memperoleh Kesejahteraan" Siapa yang akan belanja sayur sayur maupun berbagai julan petani di Pasar Avidjan sebagai pusat perekomomian Kabupaten Keerom.


Khusus ASN asal Keerom yang masih tinggal di Jayapura, SK, Gaji Berkala, maupun SK Kenaikan Pangkat saya tidak akan menandatanganinya. Sebelum menandatanganinya terlebih dahulu saya akan mengecek, apakah oknum ASN tersebut sudah berdomisili di Kabupaten Keerom atau belum" jika belum maka dengan terpaksa saya tidak akan menandatanganinya, Tegas Bupati Keerom.


Menurut Bupati Keerom, ini cara yang harus dilakukan agar bagaimana ASN  itu dapat mencintai Keerom, serta tidak menjadikan Kabupaten Keerom sebagai daerah transit ASN yang memiliki SK kerja di Keerom. Bupati bersama Wakil Bupati berdomisili di Kabupaten Keerom, sedangkan hampir 90% ASN asal Keerom malah berdomisili di Jayapura. "Jika demikian maka Rp14 milyar yang setiap bulan kita keluarkan, dapat memberi keuntungan bagi pasar dan pusat pusat pembelanjaan di kota," ujarnya.


Lebih jauh dalam arahannya, Pria Jebolan Melbourne Australia ini menegaskan, Keerom sebagai kabupaten yang baru, perkembangan perekenomian daerah tidak akan terwujud jika seluruh pemilik modal (ASN Keerom) berdomisili di Kota Jayapura maupun Kabupaten Jayapura.


"Kita akan terus berusaha dengan berbagai macam cara agar seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) yang memiliki SK tugas di Kabupaten Keerom, dapat berdomisili di Kabupaten Keerom, guna mendongkrak pertumbuhan ekomomi daerah dan mendorong perkembangan Pasar Sentral Avidjan  yang  selama ini terlihat minim pengungjung," tambahnya.


Perlu ada ketegasan,  agar perkembangan perekonomian daerah melalui pasar bisa dapat berkembang, selain itu Pasar Avidjan dihadirkan sebagai leader perekonomian di Kawasan Perbatasan RI - PNG. "Kami memahami bahwa, perkembangan perekonomian suatu daerah akan maju jika perputaran uang itu terus terjadi di wilayah tersebut, dengan tujuan tersebut kami menegaskan seluruh ASN untuk berdomisili di Kabupaten Keerom," tegas Bupati Keerom/Piter Gusbager S.Hut, Mup. (Ferry Nabar)


ADSEN KIRI KANAN