Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Setelah Dapat Mesin Jangan Dijual Pula, Warga Padang Dilatih Menjahit

Jumat, 19 November 2021 | 13:27 WIB Last Updated 2021-11-19T07:05:03Z

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, Editiawarman meninjau peserta pelatihan menjahit di gedung SMAN 1 (lama), Jumat (19/11/2021).


Padang, fajarharapan.id - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, Editiawarman mengatakan para kaum ibu yang telah mendapatkan bantuan mesin jahit jangan dijual pula.


Sebab pemerintah Kota Padang memberikan bantuan mesin jahit untuk menunjang perekonomian para ibu dalam memenuhi kebutuhan keluarga. "Jangan setelah diberikan bantuan mesin jahit kemudian dijual pula. Pemko memberikan bantuan mesin agar ibuk memanfaatkan untuk membuka usaha nantinya," ujar Editiawarman, Jumat (19/11/2021).


Edi mengungkapkan hal itu ketika membuka pelatihan menjahit dan peningkatan keterampilan bagi perempuan di gedung SMAN 1 (lama). Pelatihan itu diikuti para ibu rumah tangga dengan harapan setelah dibina dapat membuka usaha sendiri di rumah. Tujuannya untuk memberantas kemiskinan dan membangkitkan perekonomian keluarga.


Pelatihan dengan tema "Mari Kita Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kota Padang yang Inklusif" itu dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari 19 - 21 November 2021. Kegiatan itu terlaksana memanfaatkan anggaran pokir anggota DPRD Kota Padang, Amran Tono.


Pelatihan dasar menjahit itu menghadirkan dua instruktur dari Tim Penggerak (TP) PKK Kota Padang yang sangat berpengalaman di bidangnya. Instruktur itu, Rini Hidayat, dan Yusnelli. Pada pelatihan tersebut para peserta diberi bahan dasar, kemudian mereka dilatih bagaimana menjahit pakaian yang benar dan bisa menghasilkan uang.


Menurut Editiawarman yang pernah meraih camat terbaik I Kota Padang 2019 ketika bertugas di Padang Utara itu mengharapkan, peserta pelatihan agar mengikuti dengan tekun dan disiplin. Sebab disiplin itu kunci sukses suatu aktivitas.


"Kepada ibu-ibu kami berharap, setelah pelatihan agar membentuk kelompok usaha yang solid dengan prinsip maju bersama. Ibuk-ibuk termasuk orang terpilih dan beruntung mendapatkan pelatihan ini. Tularkan keterampilan pada kelompok dan organisasi lain di sekitar tempat tinggal dengan prinsip maju bersama," tutupnya. (ab)


ADSEN KIRI KANAN