Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Pemprov Kalsel Larang Sembelih Sapi Betina Produktif, Seberat Ini Sanksi bagi Melanggar

Kamis, 18 November 2021 | 11:12 WIB Last Updated 2021-11-18T04:12:43Z

Ttm Disbunnak Kalsel awasi sapi betina yang disembelih di tempat pemotongan hewan Batu Licin, Kamis (18/11/2021).


Batulicin, fajarharapan.id - Dalam rangka meningkatkan populasi ternak sapi dan upaya percepatan swasembada sapi potong, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) bersama Kepolisian Daerah (Polda) dan Dinas Pertanian, Kabupaten Tanah Bumbu melakukan pengawasan dan pembinaan di Rumah Potong Hewan (RPH) dan Tempat Pemotongan Hewan (TPH) Kab. Tanah Bumbu.


Kegiatan pengawasan dan pembinaan ini menindaklanjuti hasil koordinasi sebelumnya tentang larangan penyembelihan sapi betina produktif. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (4). Pasali itu menyebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif.


Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi menjelaskan, upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen Pemprov Kalsel dalam melaksanakan PAPA TERTIB (Pengendalian Pemotongan Ternak Betina Produktif) untuk percepatan swasembada sapi potong, dalam rangka kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan peternak," ungkapnya, Kamis (18/11).


Selanjutnya ia mengatakan, bahwa ternak betina merupakan pabrik yang harus dijaga jangan sampai berkurang populasinya.


Pembinaan dan pengawasan tim ke lapangan masih ditemui ternak betina produktif yang dipotong. Pemotongan ternak ini terjadi karena kondisi kakinya yang patah, serta  ternak sapi yang dipotong berasal dari sistem pemeliharaan yang ekstensif yang  kondisinya liar. 


Selanjutnya tim menyampaikan aturan dan sanksi tentang pemotongan ternak betina produktif, yang ke depannya akan dilakukan tindakannya. (feb)


ADSEN KIRI KANAN