Notification

×

MGID ATAS

Adsen


LPPM Unand Lakukan Pelatihan Sistem Produksi Kerajinan Tangan dari Bambu

Jumat, 26 November 2021 | 13:22 WIB Last Updated 2021-11-26T06:22:30Z

Worksop Pembuatan Produk Kreatif Bambu


Padang - Kegiatan ketiga pengabdian yang dilakukan di Sumatra Volunteer yang didanai oleh LPPM Universitas Andalas berupa pelatihan sistem produksi. Yayasan Sumatra Volunteer didirikan tahun 2014 oleh Muhammad Husen, seorang putra daerah Lima Kaum Tanah Datar, Sumatera Barat. Yayasan Sumatra Volunteer berbentuk NGO (Non profit Organizasition). 


Yayasan di Jl. Balai Labuah Bawah-Lima Kaum, Tanah Datar.  Visi dari Yayasan berupa menciptakan sumber daya manusia yang mandiri, berkarakter, berwawasan luas, dan peduli lingkungan untuk kepentingan masyarakat kini dan nanti. Sasaran Yayasan seperti Gambar 2, 20% masyarakat umum, 30% usia 12-26 tahun dan 50% usia 6-12 tahun. 


Sumatrastraws merupakan bagian dari Yayasan Sumatra Volunteer yang memproduksi sedotan dari bambu (Sumatra Straws), tempat makan dari batok kelapa (Coconut Bowls), souvenir (Authentic Gift ) dan kerajinan (Eco Present).


Cara produksi mulai dari pengambilan  dari hutan, kemudian dijemur, lalu memotong menjadi ukuran 20cm, lalu yang membersihkan, setelah bersih, dijemur lagi dengan panas matahari sedang (dibawah jam 2 siang), setelah kering baru dikasi nama brand dengan dibakar pakai stempel bakar, lalu baru disimpan di box tertutup. Kendala yang dihadapi mitra yaitu dari segi finansial, untuk pendanaan proses kegiatan program Yayasan masih tergantung dengan dana pribadi. Dengan adanya pengabdian berguna untuk pengembangan usaha di Sumatra Volunteer dari pendapatan.


Pengabdian dilaksanakan tanggal 20 November 2021 di Yayasan Sumatera Volunteer yang berlokasi di Tanah Datar. Skim Pengabdian berupa Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang memiliki tema pengabdian “Sistem Produksi”.

 

Pengabdian dimulai dari jam 10.00 WIB di kantor Yayasan. Kegiatan pengabdian di buka dengan Doa serta kata sambutan dari Ketua Pengabdian yaitu Ibu Winny Alna Marlina lalu kata sambutan dari Bu Rara selaku Bendahara dari Yayasan. Pelatihan sistem produksi dilakukan oleh Bapak Rio selaku pemuda Tanah Datar yang merupakan binaan dari Sumatra Volunteer sekaligus penggagas dari Botoung Craft. Pendirian Botuong Craft ini untuk mendukung usaha dari Sumatra Volunteer juga sebagai wadah untuk menampung para pemuda yang tidak memiliki pekerjaan. 


Dalam kegiatan ini ada 5 pemuda yang ikut serta dalam mempelajari proses pembuatan kerajinan dari bambu. Bahan baku produk kerajinan berupa bamboo yang diperoleh dari alam. Lalu bamboo dipotong beberapa ruas untuk dijadikan produk. Beberapa produk yang bisa dihasilkan berupa gelas, sendok, baki dan sebagainya. Bambu dipotong dan dibentuk sesuai dengan model yang diinginkan. Dalam hal ini tantangan utama dalam sitem pengeringan bambu secara manual yang membutuhkan waktu paling cepat 1 bulan tergantung cuaca. 


Setelah bambu dipotong dan dibentuk sesuai yang diiingankan maka dilakukan perataan potongan dengan mesin secara manual. Dalam hal ini dipraktekkan langsung oleh Pak Rio selaku narasumber.


Dalam kegiatan pengabdian yang dibantu oleh beberapa mahasiswa Universitas Andalas Kampus II, Markus selaku pembawa acara mendapat kesempatan untuk langsung pratek pembuatan produk dari kerajian bahan baku bambu dengan mesin dibantu oleh Pak Rio.

 

Pemuda sekitar yang datang sangat senang dengan adanya pengabdian dari LPPM Universitas Andalas karena mereka dapat berkarya dan memanfaatkan kekayaan alam serta menjaga lingkungan. 


Setelah dilakukan pratek pengerjaan produk kreatif bamboo, kegiatan berikutnya ialah diskusi. Kemajuan dari Botiung Craft ini ialah produk kerajinan akan di tampilkan di Yayasan dan Pak Rio menjadi Narasumber juga diundang dalam kegiatan Daerah.


Untuk proses produksi dari Botoung Craft ini dengan dua cara yaitu make to order dan make to stock.Jadi produk yang sifatnya pesanan akan dibuat berdasarkan pesanan seperti pembuatan lampu dari bambu yang dijual dengan harag Rp500.000 dengan lama pengerjaan selama 2 minggu. 


Dari kegiatan pengabdian diperoleh:

1.Pengadaan Oven sangat membantu dalam produksi produk kreatif dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak

Kendala yang belum dipecahkan dalam sistem produksi:

1.Pengadaan mesin bubut

2.Pengadaan mesin cetak untuk logo produk karena motif dan logo masih dilakukan secara manual 


Kegiatan pengabdian berakhir jam 5 sore, masing-masing peserta bahagia setelah kegiatan pengabdian dilakukan karena mereka mendapatkan ilmu dan juga produk yang mereka ke penjualan Sumatera Straws. (Winny Alna Marlina/Dosen Fakultas Ekonomi Unand)



ADSEN KIRI KANAN