Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Kota Tanggap Ancaman Narkoba, Wartawan pun Dilibatkan

Kamis, 04 November 2021 | 08:17 WIB Last Updated 2021-11-04T01:18:27Z

 Kasubag Umum BNNK, Gidion memberi sambutan.


Pasbar, fajarharapan.id - Badan Narkotika Nasional (BNN)  menggelar workshop tentang penguatan kapasitas insan media untuk mendukung kota tanggap ancaman narkoba, yang dilaksanakan di Hotel Gucci, Simpang Empat, Rabu 3 November 2021.


Diikuti oleh para puluhan insan pers Pasbar. Adapun sebagai narasumber Kasubag Umum BNNK Pasaman Barat, Gidion Gerhard Silitonga, SP tentang Kebijakan BNN tentang P4GN. Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Evayanti S, Amd. Keb tentang Bahaya dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba, Koresponden Indosiar-SCTV Sumatera Barat, Juhardio Anse, ST tentang Citizen Journalism, dan Kasat ResNarkoba Polres Pasaman Barat, Iptu Eri Yanto, SH tentang Upaya Penegakan Hukum dan Permasalahan Narkoba


Kepala BNNK Irwan Effery menyebutkan, pemberantasan narkoba bukan hanya tanggungjawab BNN, Polisi atau penegak hukum lainnya. Tetapi masyarakat, mahasiswa, pelajar dan elemen lainnya termasuk para wartawan juga harus ikut andil dalam memberantas narkoba.


Sementara Gidion Kasubag Umum BNNK Pasbar dalam sambutan pembukaan Workshop mengatakan ”Melalui kegiatan workshop BNNK Pasaman Barat sebagai leading sektor mengajak insan media untuk bersinergi dalam  penyebaran informasi yang akurat dan kredibel terkait pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba khususnya di Pasaman Barat ini merupakan satu upaya serta peran masyarakat dalam mewujudkan Pasbar sebagai Kabupaten Tanggap Narkoba,” Ajak Gidion


Narkoba ini adalah sebuah ancaman yang sangat serius di Negara kita, tidak ada lagi tempat seluruh indonesia ini atau tidak ada lagi desa yang bebas narkoba.


Semua daerah sudah banyak pengaruh terhadap narkoba. Artinya prang terhadap narkotika ini sudah searusnya atau sudah selayaknya dilaksanakan  


"Dengan perjalannya BNN mengadakan arah kibijakan yaitu adalah mengadakan dari program kota atau kabupaten tentang bahaya narkoba itu kita ujudkan pada tahun ini,"


Ia juga mengatakan, dalam rangka itu sebagai program ketahanan keluarga terhadap ancaman narkoba dan juga antisifasi rekan sebaya atau remaja dalam menghadapi ancaman narkoba.


Dalam hal itu, katanya, ada dua yang sangat di proriataskan sekarang yaitu, yang pertama keluarga dan rekan sebaya perlu kita ketahui sebagai organisasi terkecil yaitu keluarga disitu kita perlu adanya pengetahuan atau pemahaman terhadap orang tua dan anak sehinga mereka mengerti akan bahaya ancaman dari narkoba.


"Mari masyarakat, pemuda dan seluruh elemen agar kita semua waspadai dan berhati-hati karena ini ancaman serius dan narkoba ini sangat merusak masa depan generasi penerus kita," ujarnya.


Ia menambahkan, kami berharap bisa bersama-sama kita menjaga atau memfasilitasi supaya wilayah kita betul-betul bersih dari Narkoba.


Narasumber Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Evayanti S, Amd. Keb memaparkan bahaya dan dampak Narkoba pada kesehatan. "Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali," jelasnya.


Sementara itu Goerspodtend Juahardio Anse ST. mengatakan selain menjadi tugas Pemerintah pemberantasan Narkotika ini dan juga butuh peran serta dari elemen masyarakat termasuk dari para rekan rekan Wartawan. yang untuk berperan aktif di sini adalah para rekan rekan wartawan untuk menyebar luaskan informasi.kepada masyarakat terkait penyalahguna narkoba dan untuk membantu tentang kegiatan kegiatan.BNN di media masing-masing. (By Roni)


ADSEN KIRI KANAN