Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Kompak, Harga Minyak Goreng dan Telur Naik Signifikan

Rabu, 10 November 2021 | 09:35 WIB Last Updated 2021-11-10T02:35:42Z

Harga telur dan minyak naik serempak.


Banjarmasin, fajarharapan.id - Tingginya harga minyak goreng di pasaran disebabkan dengan melonjakknya harga sawit, sehingga membuat harga minyak goreng di pasar tradisional mau pun modern mengalami kenaikan yang signifikan.


Di Banjarmasin khususnya harga minyak goreng sendiri naik secara bertahab sejak bulan Mei lalu. Harga minyak goreng terutama minyak goreng sawit lebih dikarenakan naiknya crude palm oil (CPO) di pasar dalam negeri maupun pasar internasional.


Selain itu dari dalam negeri kenaikan harga minyak goreng turut dipicu dari turunnya panen sawit pada semester ke 2, sehingga supply CPO menjadi terbatas dan menyebabkan gangguan pada rantai distribusi industri minyak goreng dipasaran.


Hal itu dilakukan dengan meminta asosiasi dan produsen minyak goreng sawit untuk tetap memproduksi minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan sederhana minimal hingga menjelang hari besar keagamaan nasional seperti natal dan tahun baru.


Saat dikonfirmasi oleh fajarharapan.id, Kepala Dinas Perdagangan dan Indsutri Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar S.STP, M.Si., Selasa (9/11) membenarkan, bahwa dalam beberapa bulan akhir ini minyak goreng mengalai kenaikam yang signifikan. 


"Iya menurut pemantauan tim kami di lapangan memang ada benar harga minyak goreng di pasaran naik dengan signifikan, disebabkan karena permintaan sawit yang tidak menentu,"


Serta adanya kenaikan CPO untuk pemenuhan industri biodiesel.  Turunnya pasokan minyak sawit dunia seiring dengan turunnya produksi sawit Malaysia sebagai salah satu penghasil terbesar. 


Selain itu juga rendahnya stok minyak nabati lainnya, seperti adanya krisis energi di Uni Emirat Arab, Tiongkok, dan India yg menyebabkan negara-negara tersebut melakukan peralihan ke minyak nabati. 


Berdasarkan pantaun Disperdagin, harga minyak goreng kemasan sederhana saat ini rata-rata Rp17 ribu s/d Rp18 ribu per liter. Sementara harga minyak goreng kemasan sekelas bimoli/filma per liter Rp18 ribu - Rp19 ribu per liternya


Disamping itu untuk distribusi pemerintah juga menggandeng asosiasi ritel modern agar minyak goreng kemasan sederhana mudah di jangkau di seluruh lapisan masyarakat.


Disisi lain bukan cuma minyak goreng yang mengalami kenaikan harga akan tetapi, telur juga ikut mengalami hal sama. Harga kisaran telur masih di bawah harga acuan tertinggi konsumen yaitu Rp24 ribu/kg. 


"Harga telur menunjukkan penyesuaian ke arah tren harga normal karena sebelumnya harga telur sempat anjlok akibat banyaknya pasokan telur yang beredar di pasaran," ungkapnya


"Kami dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan terus melakukan pemantauan di lapangan mengantisipasi agar jangan sampai ada pihak terkait yang merasa pihaknya kekurangan stok  minyak goreng dan jangan sampai juga ada pedagang yang nakal atau pun penimbunan yang dilakukan oleh pedagang," harapnya


Tezar sendiri mengimbau masyarakat agar jangan panik atau pun melakukan aksi borong dengan naiknya harga minyak goreng, karena Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri terus berupaya menjaga pasokan dan harga minyak goreng. (feb)


ADSEN KIRI KANAN