Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kaji Penyebab Banjir di Kalsel

Sabtu, 13 November 2021 | 00:14 WIB Last Updated 2021-11-12T17:14:07Z

Sekda Prov Kalsel Roy Rizali Anwar saat diwawancarai wartawan.


Banjarmasin, fajarharapan.id - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, menggelar ekspose hasil kajian pengamanan lingkungan hidup berbasis ekoregion di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).


Kajian tersebut, dinilai dapat menjadi solusi dan antisipatif atas kejadian banjir yang pernah menimpa wilayah Kelsel sebelumnya yang menimbulkan banyak kerugian.


Diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, disela kegiatan ekspos di Mahligai Pancasila, Jumat (12/11/2021).


Roy mengatakan, dalam kajian tersebut memuat berbagai rencana aksi pengamanan lingkungan hidup berbasis ekoregion.


Rencana aksi ini dimaksud untuk mengurangi dampak kerusakan banjir serta memberikan strategi pengamanan lingkungan hidup di Kalsel.


Adapun strategi khusus yang dilakukan yaitu menarget pengurangan luas genangan, lama genangan, kerugian ekonomi, dan menghilangkan kerugian nyawa (zero vicim).


Melihat hasil pemodelan banjir di DAS Barito yang telah dilakukan berdasarkan Citra Sentinel, telah dapat dipetakan beberapa skenario dengan tingkat reduksi yang berbeda sesuai dengan intervensi yang dilakukan.


Kajian ini penting, karena rencana aksi yang termuat didalamnya akan menjadi rekomendasi terhadap kebijakan daerah terkait pengamanan lingkungan hidup khususnya penanggulangan bencana banjir yang nantinya akan diintegrasikan pada rencana pola ruang, RTRW dan KLHS RPJMD Kalsel.


Upaya bersama yang telah dilakukan ini diharapkan terus terjalin dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.


”Melalui tahapan selanjutnya yang tidak kalah penting, yakni pengakuan dari kementerian terhadap kajian ini. Saya harap kajian ini betul betul mengurai permasalahan mendasar dari sebab terjadinya banjir di awal 2021 lalu,” sebut Roy.


Tentunya Pemprov Kalsel, sudah melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan lingkungan melalui beberapa kegiatan yang melibatkan berbagai sektor serta SKPD terkait.


Upaya dimaksud yaitu penataan kembali fokus pemulihan kerusakan lingkungan, penetapan prioritas lokasi pemulihan kerusakan lingkungan, pemulihan secara vegetatif, pemulihan secara sipil teknis, dan pendekatan sosial, serta pendekatan umum.


Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK RI, Dr Hanif Faisol Nurafiq Shut MP menjelaskan tindak lanjut dari kegiatan. KHLK berharap ada langkah-langkah antisius, karena kajiannya sudah dilakukan dengan tiga skala dan rencana aksinya.


“Pemerintah pusat mengharapkan langkah-langkah antisius pemerintah provinsi dan kabupaten,” kata Hanif.


Menurut mantan Kadishut Provinsi Kalsel ini, kondisi Kalsel yang sangat rawan terhadap banjir perlu upaya-upaya nyata yang dibangun bersama-sama. Karena masalah banjir ini ditegaskan, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, namun harus menyeluruh dan melibatkan banyak pihak.(feb)


ADSEN KIRI KANAN