Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Kemenkes: Endemi Terwujud jika Vaksinasi Rampung 70-100 Persen

Jumat, 12 November 2021 | 06:29 WIB Last Updated 2021-11-11T23:29:06Z

ilustrasi


Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut pandemi Covid-19 dapat turun level kewaspadaan wabah menjadi endemi jika 70-100 persen warga telah menerima vaksin Covid-19 secara lengkap.


Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan teori itu juga berhubungan dengan herd immunity alias kekebalan komunal.


Menurutnya, herd immunity baru bisa terbentuk jika 70 persen penduduk sudah memiliki imunitas baik melalui vaksin atau riwayat pernah terinfeksi.


"Mungkin pada daerah dengan cakupan vaksinasinya yang sudah mencapai 100 persen atau bahkan minimal lebih dari 70 persen. Maka penanganan pandeminya akan lebih baik, artinya bagaimana proses terjadinya situasi pandemi menjadi endemi itu sudah terjadi," kata Nadia dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Kamis (11/11/2021) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Nadia melanjutkan, jika sebuah daerah sudah berhasil mencapai batasan minimal kekebalan kelompok tersebut, maka perkembangan penambahan kasus Covid-19 di daerah tersebut akan ikut melandai secara signifikan.


Namun sebaliknya, apabila suatu daerah tidak dapat memenuhi ambang batas minimal vaksinasi itu, maka potensi daerah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) juga sangat potensial terjadi. Menurutnya, kejadian itu akan ikut mengganggu laju penanganan virus atau penyakit di kabupaten/kota tersebut.


"Daerah-daerah yang cakupan vaksinasinya tidak tercapai, sama seperti sebenarnya yang terjadi pada imunisasi rutin, di mana potensi KLB itu pasti akan sangat mudah terjadi," papar Nadia.


Untuk itu, dia kemudian mengimbau agar seluruh pemerintah daerah terus mengakselerasi capaian vaksinasinya di daerahnya masing-masing. Pun juga warga diminta untuk tidak ragu dan tidak pilih-pilih jenis vaksin yang saat ini tersedia.


Nadia menambahkan, per Kamis (11/11/2021), secara keseluruhan Kemenkes mencatat setidaknya 128.147.345 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona.


Sementara itu, baru 81.711.099 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19 di Indonesia.


Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 61,53 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 39,23 persen.


"Jadi kembali lagi, tidak akan ada yang aman kalau semua orang juga tidak aman. Jadi artinya kita tidak akan keluar dari pandemi kalau kemudian masih ada target sasaran yang belum mencapai vaksinasi," ujar Nadia. (*)



ADSEN KIRI KANAN