Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Kegiatan Bela Negara Diisi Menanam Pohon

Selasa, 02 November 2021 | 19:07 WIB Last Updated 2021-11-02T12:08:29Z

Payakumbuh, fajarharapan.id - Wali Kota Payakumbuh H. Riza Falepi, ST, MT mendukung rangkaian program kegiatan Bela Negara, yang salah satunya budaya merawat lingkungan dengan menanam pohon.

Kegiatan tersebut diinisiasi Yayasan Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan yang difasilitasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, didukung Ketua MPR RI, Kemko Polhukam, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, Dirjen Polpum Kemendagri, Gubernur Sumbar serta beberapa Kepala Daerah di Indonesia.

Presiden RI Joko Widodo pada September 2021 telah menanam mangrove dibeberapa tempat, seperti Bengkalis, Batam, Bali dan diharapkan Presiden Joko Widodo bisa hadir pada acara puncak hari Bela Negara ke 73 pada 19 desember 2021 mendatang dan sekaligus menanam pohon yang bertapan dengan Desember bulan menanam pohon nasional di Sumatra Barat.

Peringatan hari Bela Negara ke 73  pada 19 Desember 2021 nanti dilakukan secara Live Streaming dan direlay oleh beberapa media dengan melaksanakan prokes secara ketat. Adapun tajuk Bela Negara ke 73, dengan tema "Kearifan budaya di Alam Maya dan di Alam Nyata, bersatu Merawat lingkungan bumi pertiwi yang damai Rahmatan Lil Alamin".

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi yang juga bagian dari Yayasan Generasi Lintas Budaya mengatakan pelestarian lingkungan hidup merupakan tugas dan kewajiban Bela Negara setiap warga negara menjamin keberlangsungan pelestarian lingkungan hidup untuk masa depan lingkungan bumi pertiwi.

Budaya cinta merawat lingkungan dengan menanam pohon harus dimulai sejak usia dini dan program pelestarian lingkungan hidup harus disesuaikan dengan perkembangan sains dan teknologi tanpa mengorbankan nilai-nilai kearifan lokal.

"Saya selalu mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Payakumbuh untuk terus menjaga alam. Teruslah lakukan penghijauan, karena di beberapa kota besar untuk mendapatkan udara segar itu sekarang sangat mahal harganya," kata Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi kepada media, Selasa (02/11).

Sementara itu Raja Asdi yang merupakan inisiator dari Yayasan Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan, menyampaikan rencana  penanaman 30.000 bibit pohon di basis perjuangan Kabinet Pemerintahan Darurat Indonesia (PDRI) pimpinan Mr. Syafrudin Prawiranegara.

Di Kota Payakumbuh akan ditanam 10.000 bibit, 2.500 bibit pohon di nagari Sumpur Kudus Sijunjung yang merupakan kampung Buya Ahmad Syafii Maarif, 10. 000 bibit di nagari Candung Koto Laweh Agam tempat kelahiran Syekh Sulaiman Arrasuli pendiri Perti-Tarbiyah dan nagari Ampang Gadang Agam.

Sedangkan 2.500 bibit lagi akan ditanam di nagari Koto Tinggi Kabupaten 50 Kota kawasan Museum Terpadu Bela Negara, 2.500 bibit di disitus radio YBJ-6 nagari lintau buo Kabupaten Tanah Datar, serta dibeberapa Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dan daerah lain di Indonesia.

"Ini sekaligus momentum Desember bulan menanam pohon nasional sebagai implementasi menangkal semakin nyata perubahan iklim dan diharapkan pemerintah bersama masyarakat membuat monumen hijau di daerah masing- masing untuk keatahan karbon/O2," ucapnya.

Pada event 2021 ini Yayasan Generasi Lintas Budaya juga mengharapkan  bersatu dengan seluruh pemangku kepentingan lintas budaya, lintas profesi, lintas lembaga, lintas dunia usaha dan lintas generasi untuk penyelenggarakan kegiatan tersebut.

Raja Asdi menambahkan Sumatra Barat dengan pontensi keindahan alam, budaya, sejarah dengan sumber daya manusia generasi muda kreatif didukung alim ulama, ninik mamak, bundo kanduang, cerdik pandai dan cendikiawan yang melimpah dan sarana prasarana infrastruktur kedepannya bisa menjadi destinasi wisata unggulan, melalui ragam event  bahana Kebangsaan Bela Negara, yang merupakan  satu untaian corak baru komunikasi kearifan budaya nasional dan mondial.

Lebih lanjut Riza Falepi menyebutkan, selain menggiatkan penanaman dan penghijauan, dia juga sangat mendukung perlunya sejarah ini digaungkan, sebab generasi mendatang juga harus mengetahui bagaimana pejuang merebut kemerdekaan dan mempertahan kemerdekaan oleh Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (1948-1949) di Sumatra Barat d/h Sumatra Tengah dan ko sekaligus peluang potensi ekonomi kultural perdagangan karbon dunia.

"Generasi muda harus mengetahui tentang sejarah PDRI yang menjadi tonggak sejarah mata rantai kesinambungan  NKRI. Jangan sampai anak muda kita lupa akan perjuangan para pejuang kita," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Generasi Lintas Budaya Olivia Zalianty mengatakan sudah beberapa tahun telah melaksanakan kegiatan Bela Begara  berbagai event kreatif tematik kearifan budaya.

"Salah satunya dengan budaya menanam pohon ini, sebagai penghijauan untuk mengatasi kerusakan lingkungan dan kita jaga alam maka alam jaga kita," Amin kata Olivia.

Olivia menjelaskan pada event penanam pohon ini, akan digelar sesuai dengan kearifan-kearifan lokal nusantara dalam merawat alam dan merawat pohon yang sudah turun temurun, yang telah dilakukan oleh nenek moyang bangsa Indonesia yang begitu cintanya terhadap alam.

"Rangkain pra-event Bela Negara tidak hanya pada puncak acara saja, tapi juga dilakukan pasca event secara kontinyu," pungkasnya. (Humas/Zik)

ADSEN KIRI KANAN