Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Kajari Sijunjung Sidik ADD dan DN Nagari Timbulun

Selasa, 09 November 2021 | 13:03 WIB Last Updated 2021-11-09T06:03:10Z

Kajari Sijunjung


Sijunjung, fajarharapan.id- Setelah rampung menyelesaikan kasus penyalah gunaan dana BOS di salah SD Negeri di Kabupaten Sijunjung, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sijunjung, kembali sidik dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD)  dan Dana Nagari (DN) Nagari Timbulun, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung tahun anggaran (TA) 2016-2017. Disinyalir penggunaan dana itu diselewengkan sampai ratusan juta rupiah.


Seperti yang disebutkan Kepala Kejaksaan Negeri  (Kajari) Sijunjung, Efendri Eka Saputra, S.H., M.H, didampingi Kasi Pidsus Fengki Andreas, S.H., dan Kasi Intel ERiyanto, S.H., Selasa (9/11) Penyelidik Kejari setempat meningkatkan status perkara adanya dugaan tindak pidana korupsi  pengelolaan ADD dan DN, Nagari Timbulun 2016, Rp1.599.867.300 dan 2017 sebesar Rp1.770.251.984, ke tahap Penyidikan. " Sejak Jum’at  5  Nopember Nopember 2021 setelah digelar ekspose  yang diikuti oleh Tim Penyelidik dan Para Jaksa Fungsional serta Calon Jaksa, dari penyelidikan sudah ke penyidikan,” kata Efendri Eka Saputra.


Sebelumnya Kasi Pidsus, Frengki Andreas dan Kasi Intel Eriyanto, menyebutkan Tim Penyelidik Kejari Sijunjung, telah meminta keterangan terhadap pihak-pihak terkait Nagari Timbulun dan pihak-pihak lainnya termasuk tim Inspektorat Kabupaten Sijunjung. Dimulainya proses penyelidikan ini berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kajari Sijunjung Nomor: PRINT-02/L.3.20/Fd.1/10/2021 tanggal 14 Oktober 2021.


Tim Penyidik Kejari telah menemukan adanya indikasi pelanggaran hukum dalam Pengelolaan ADD dan DN Nagari Timbulun TA 2016 sampai 2017. Untuk sementara Tim Penyidik menemukan potensi kerugian keuangan negara lebih dari Rp300 juta yang dikelola oleh Perangkat Nagari, karena adanya kegiatan yang fiktif dan tidak ada laporan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana tersebut.


Dalam peyelidikan Kasi Pidsus sebagai Koordinator, dihadapan  Kajari, para Jaksa dan Kasi, sesuai dengan pasal 1 angka 5 KUHP, Tim penyelidik Kejari Sijunjung, menemukan bukti awal adanya perbuatan pidana sehingga atas masukan dan saran peserta ekspos sependapat dinaikan menjadi penyidikan. " Tim Penyidik akan segera melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dan melakukan pengumpulan alat bukti  guna menemukan siapa tersangkanya," ujar Frengki dan Eriyanto.


Berarti tahun ini Kejari Sijunjung, telah berhasil melakukan Penyidikan dua kasus korupsi, diantaranya kasus yang menyeret Direktur PT. SSE (Alm) dan Kasus dugaan penyimpangan ADD dan DN Nagari Timbulun. Sementara dalam waktu bersamaan dengan ekspos kasus ADD dan DN ini, juga telah  memindahkan dua orang terdakwa dari Rutan Polres Sijunjung ke LP Perempuan Anak Air berdasarkan penetapan Hakim Tipikor, " Untuk kasus ini kemungkinan sidangnya 11 November ini, " tambah Frengki (bk)


ADSEN KIRI KANAN