Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Hingga Akhir Oktober 2021, Rp3,92 Triliun PPN PMSE Masuk Kas Negara

Rabu, 17 November 2021 | 21:58 WIB Last Updated 2021-11-17T14:58:36Z

 


Jakarta, Fajarharapan.id–Para pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE)  sampai  31 Oktober 2021 telah memungut dan menyetorkan PPN PMSE sebesar Rp3,92 triliun ke kas negara.


Jumlah tersebut terdiri dari setoran tahun 2020 sebesar Rp0,73 triliun dan setoran tahun 2021 sebesar Rp3,19 triliun. 
"Setoran tersebut berasal dari 65 pelaku usaha PMSE yang merupakan bagian dari total 87 pelaku usaha PMSE yang telah ditunjuk oleh DJP untuk memungut PPN PMSE atas produk digital luar negeri yang dijual di Indonesia," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat,  Neilmaldrin Noor dalam siaran persnya.


Jumlah tersebut lanjutnya, terus  bertambah ataupun berkurang melalui 
penunjukkan atau penghapusan yang dilakukan oleh DJP dengan melihat kondisi terkini yang ada. 


Terakhir, pada September 2021 lalu, DJP menunjuk empat pelaku usaha untuk 
turut memungut PPN PMSE. Empat perusahaan tersebut adalah Chegg, Inc, NBA Properties,Inc, Activision Blizzard International B.V, dan Economist Digital Services Limited.


Neilmaldrin Noor juga menerangkan, dengan penunjukan perusahaan sebagai pemungut PPN PMSE, para pelaku usaha tersebut berkewajiban memungut PPN atas produk digital yang dijual kepada konsumen di Indonesia. Jumlah PPN yang harus dipungut adalah 10 persen dari harga sebelum pajak dan 
harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN. 


Untuk waktu mulai memungut PPN oleh empat pelaku usaha yang terakhir ditunjuk, Neil menegaskan “sejak 1 Oktober 2021”, karena empat pelaku usaha tersebut telah ditunjuk sejak September 2021.


Pemungutan PPN PMSE ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan keadilan dengan menjaga kesetaraan berusaha (level playing field) antara pelaku usaha konvensional 
dan digital.


Lebih lanjut, DJP mengapresiasi langkah-langkah aktif sejumlah perusahaan yang telah ditunjuk untuk berpartisipasi dan patuh menjalankan kewajibannya. Selain itu, DJP juga terus mengidentifikasi dan menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang menjual 
produk digital luar negeri di Indonesia sehingga diharapkan dalam waktu dekat jumlah pelaku usaha yang ditunjuk sebagai pemungut PPN PMSE akan terus bertambah. (Yuni)

ADSEN KIRI KANAN