Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Gelorakan Program Revolusi Hijau, Gubernur Kalsel Tanam Bambu Kuning di Pantai Kopi

Senin, 22 November 2021 | 20:03 WIB Last Updated 2021-11-22T13:03:31Z

Foto bersama seluruh Forkompinda dalam melakukan aksi revolusi hijau, Senin (22/11/2021).

Banjar, fajarharapan.id - Gubernur Kalsel Sahbirin Noor terus gelorakan Program Revolusi Hijau. Program tersebut diadakan untuk memperingati Hari Penanaman Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2021 dengan tajuk “Kalsel menanam Bersama Paman Birin".


Penanaman dipimpin langsung Gubernur Sahbirin Noor atau lebih dikenal dengan Paman Birin di Dusun Pantai Kopi Desa Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Senin (22/11).


Di bawah terik matahari yang menyengat di kawasan Pantai Kopi, Paman Birin bersama unsur Forkopimda Kalsel dan jajaran SKPD Kalsel menanam pohon dengan jenis bambu kuning.


“Semoga dengan apa yang kita tanam hari ini dapat menjadikan manfaat bagi masyarakat dan berguna bagi anak cucu kita di masa mendatang,” harap Paman Birin.


Dikatakannya, kegiatan penanaman ini selain untuk mengurangi tingkat pemanasan global, juga merupakan bentuk upaya pemerintah untuk terus mengkampanyekan menanam pohon di kalangan masyarakat.


Sementara Plt Kadishut Kalsel Fathimatuzzahra mengatakan kegiatan Kalsel Menanam Bersama Paman Birin ini tidak hanya dilaksanakan di lokasi tersebut, namun juga serentak di 13 kabupaten/kota se-Kalsel dengan melibatkan sekitar 7 ribu orang. 


“Kegiatan penanaman memang juga sudah dilaksanakan di hari sebelumnya, kemudian hari ini, dan akan terus dilaksanakan pula di hari berikutnya, total bibit yang ditanam sebanyak 65.000 batang yang setara dengan 65 hektare,” ujarnya.


Kegiatan Kalsel menanam dilaksanakan di 65 lokasi berbeda yang dimotori oleh SKPD Prov Kalsel dan SKPD di kabupaten/kota (Dinas LH, KPH, dan yang lainnya), penggiat lingkungan, terdiri dari FKH, KTH, LPHD, unsur desa/kelurahan, ponpes, pramuka, SMP, SMA dan masyarakat lainnya. 


Adapun bibit yang ditanam selain bambu kuning yaitu seperti jenis tanaman kayu-kayuan antara lain trembesi, mahoni, sengon, petai, jambu mete, spathodea, dan jenis buah-buahan.


Sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, direncanakan pada tahun mendatang Dishut Kalsel akan menggandeng pemerintah kabupaten kota untuk melaksanakan penanaman serentak. “Kita akan memberikan penghargaan bagi kabupaten kota yang melaksanakan area penanaman terluas,” kata Fathimatuzzahra.


Nanti bibitnya akan disediakan oleh Pemprov Kalsel dan BPDASHL Kementerian LHK. Ditargetkan setiap tahun Dishut Kalsel melakukan penanaman seluas 32 ribu hektar untuk pengurangan lahan kritis di Kalsel.


Dalam acara tersebut juga disempakan dilakukakan pengkuhuan Komunitas Dingsanak Geopark Meratus sebagai mitra pemerintah dalam upaya melibatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pelestarian lingkungan dan pemanfaatan Geopark sebagai objek wisata serta mendukung suksesnya sebagai UNESCO Global Geopark. (feb)


ADSEN KIRI KANAN