Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Di Support Jhonlin dan Hasnur Group, Polda Kalsel Beri Dukungan Psikososial Bagi Anak-Anak Terdampak Covid-19

Selasa, 02 November 2021 | 16:44 WIB Last Updated 2021-11-02T09:44:15Z

 

Kegiatan dukungan psikososial anak-anak terdampak Covid-19

                     

Banjarmasin, fajarharapan.id - Suasana Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri di Mako Polda Kalsel, Jalan S Parman, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel nampak terlihat meriah, Selasa (2/11). 


Sebanyak kurang lebih 60 anak-anak  nampak tertawa ceria saat menyaksikan badut beraksi menunjukkan trik-triknya.                                 


Ada pula yang asyik berfoto dengan orang berkostum superhero Iron Man di aula yang dihias dimana tiang-tiangnya disematkan balon-balon berwarna-warni lengkap.  


Keceriaan anak anak di acara tersebut merupakan Kegiatan Polda Kalsel yang menggelar kegiatan Dukungan Psikososial Bagi Anak-Anak Terdampak Covid-19 Tahun 2021.


Sebanyak 60 anak-anak yang terdampak pandemi ikut dalam kegiatan yang digelar Polda Kalsel melibatkan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Kalsel dan Dinas Sosial Provinsi Kalsel. 


Dukungan penuh diberikan pihak swasta yaitu, Jhonlin Group dan Hasnur Group  dalam kegiatan yang bertujuan memetakan dan membantu pemulihan kondisi psikologi sosial anak-anak yang terdampak pandemi. 


Anak-anak  yang diikutkan kegiatan ini mayoritas telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya akibat pandemi Covid-19. Selain itu, ada pula anak-anak dari kalangan penyandang disabilitas. 


Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono yang membuka kegiatan mengatakan, kondisi psikologi anak-anak tentu lebih rentan terdampak efek dan situasi pandemi dibanding orang dewasa. 


"Mereka belum bisa memahami situasi dan kondisi, apalagi mereka yang kehilangan orang tua. Dia butuh kasih sayang, butuh perhatian di masa kecil sudah tidak ada lagi figur yang menemani," terang Wakapolda Kalsel. 


"Supaya anak-anak tidak down, tetap semangat menjalani hidup dan tetap semangat belajar. Karena mereka ini penerus Bangsa," lanjutnya. 


Ketua HIMPSI Wilayah Kalsel, Sukma mengatakan, sejumlah metode digunakan untuk memetakan kondisi psikologi sosial anak. Salah satunya mengajak mereka bermain dengan cara yang interaktif. Dari situ dapat terlihat dan diamati, bagaimana respon dan reaksi anak saat diajak bermain. 


"Jika anak ini lebih banyak diam saat diajak bermain juga menunjukkan ciri ada kondisi traumatik. Lebih jauh akan ditanyakan apakah anak mengalami mimpi buruk dan yang lainnya juga," terang Sukma. 


Jika ciri-ciri traumatik didapati, maka akan ditindaklanjuti dengan konseling baik pada anak maupun orang tua atau pengasuhnya. 


Kondisi lamanya anak-anak dibatasi hanya beraktivitas di rumah tanpa interaksi dengan anak-anak lain seperti di taman bermain atau sekolah kata dia juga kemungkinan memiliki dampak psikologis sosial. 


Hal ini juga akan digali untuk mengetahui apakah anak-anak dapat beradaptasi dengan kondisi sosial pandemi saat ini atau tidak. 


Perwakilan Jhonlin Group, Rikval Fachruri disela sela acara mengatakan dukungan Jhonlin Group dalam kegiatan ini merupakan wujud bantuan pembinaan di bidang sosial terhadap masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dan kali ini spesifik untuk kalangan anak-anak. 


Pada kesempatan ini, Rikval juga secara simbolis menyerahkan bantuan dari Jhonlin Group berupa beasiswa kepada puluhan anak-anak peserta kegiatan yang dipusatkan di Mako Polda Kalsel ini. 


"Beasiswa untuk anak-anak ini dari mereka sekolah dasar (SD) sampai selesai sekolah menengah akhir (SMA). Kami juga membantu melalui CSR (corporate social responsibility)," kata Rikval.


Sejumlah Pejabat Utama Polda Kalsel termasuk Karo SDM, Kombes Pol Nanang Masbudi, Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Suhasto, Direktur Polairud, Kombes Pol Takdir Mattanete dan yang lainnya juga turut hadir dalam kegiatan ini. (feb)




ADSEN KIRI KANAN