Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Bupati Eka Putra Penen Perdana Cabai di Pandai Sikek

Kamis, 04 November 2021 | 09:26 WIB Last Updated 2021-11-04T02:26:31Z

 

Bupati Eka Putra Panen Perdana Cabai di Pandai Sikek 


Tanah Datar, fajarharapan.id Bupati Tanah Datar, Eka Putra bersama petani Nagari Pandai Sikek Kecamatan X Koto Rabu (3/11). melakukan panen perdana cabe merah pada lahan kelompok tani setempat.


Nagari Pandai Sikek Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar yang kondisi topografinya berbukit-bukit dan berada dibawah Gunung Singgalang menjadikan daerah tersebut sebagai lahan pertanian komuditi sayur oleh masyarakat.


Bupati Tanah Datar dalam sambutannya pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa Sektor Pertanian Berperan Penting Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.


Dikatakan bahwa, Kondisi topografi Tanah Datar yang berbukit dan gunung merupakan berpotensi menjadi lahan perranian yang luasnya 63.630 ha, sehingga cocok untuk mengembangkan berbagai komoditi hortikultura khususnya sayuran.


"Terakhir para petani banyak yang mengembangkan komoditi cabai merah dan bawang merah, hingga saat kita mempunyai program pengembangan cabai dan bawang merah" ungkap Eka.


Menurut Bupati, pemerintah Kabupaten Tanah Datar memiliki perhatian yang besar terhadap sektor pertanian, karena sebagian besar mata pencaharian dan sumber pendapatan masyarakat dari sektor ini.


Dan Ini tertuang didalam misi ke 2 RPJMD Kabupaten Tanah Datar tahun 2021-2026, yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Tanah Datar dan perluasan lapangan kerja yang berbasis pertanian, industri dan UMKM. Jelasnya.


"Sektor pertanian di Tanah Datar mempunyai peranan yang penting terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat, hal ini dapat dilihat dari besarnya persentase kontribusi sektor pertanian pada Pendapatan Domestik Regional Brutto (PDRB) sebesar 29,81%, Tambahnya.


Lebih lanjut dikatakan Eka Putra, saat ini masih ada beberapa permasalahan dalam pengembangan komoditi cabai, diantaranya petani masih sulit mendapatkan bibit yang bersertifikat, tingginya biaya produksi serta budidaya yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). 


Untuk mengatasi hal ini menurut Bupati, Pemda sedang melaksanakan kegiatan pemurnian varietas cabai lokal kecamatan X Koto dengan nama cabai 'Lamersi'. Ini merupakan kerjasama Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar dengan Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Provinsi Sumatera Barat. 


Diakhir sambutannya Bupati berharap panen perdana cabai merah pada lahan kelompok tani Kabun Gadang ini bisa menjadi contoh bagi kelompok-kelompok tani yang lain yang ada di Tanah Datar. 


Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Kabid Hortikultura Gusti Rufita Provinsi Sumatera Barat merupakan daerah sentra produksi cabai terbesar di pulau Sumatera setelah Provinsi Sumatera Utara dengan hasil produksi 133,190 ton/tahun, dengan luas panen sebesar 11,931 ha. 


Dari total produksi tersebut kabupaten Tanah Datar menyumbang 19,917 ton/tahun dengan luas panen sebesar 2.431 ha. Sentra cabai di Sumatera Barat selain kabupaten Tanah Datar juga dari kabupaten Agam, omSolok, Lima Puluh Kota, Solok Selatan dan kabupaten Pesisir Selatan. Sebutnya (Veri)



ADSEN KIRI KANAN