Notification

×

MGID ATAS

Adsen


BNN Kalsel Kembali Gagalkan Penyelundupn Sabu, Kali Ini Seberat 4 Kg

Jumat, 05 November 2021 | 09:10 WIB Last Updated 2021-11-05T06:45:14Z

Pengungkapan press rilis sabu seberat 4 Kg yang berhasil di gagalkan oleh BNN Kalimantan Selatan.


Banjarmasin, fajarharapan.id – Badan Narkotika Nasional (BNNP) Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil mengungkap sindikat 4 kilogram sabu-sabu dalam kemasan teh hijau merk China dengan tiga terduga tersangka sindikat yang diringkus.


Kasusnya itu digelar langsung Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Pol Drs Jackson Lapalonga M.Si, Kamis (4/11)


“Iya ada tiga terduga tersangka sindikat peredaran itu yang berhasil diringkus, dan kita masih terus mengembangkan kasusnya,” kata Kepala BNN Kalsel, didampingi Kabid Pemberantasan, Kombes Pol R. Prasetyo dan Joko S, Kasi Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti.


Dikatakannya BNNP Kalsel masih terus berkoordianasi, karena ini menyangkut jaringan lintas antar provinsi Kalsel, Kalbar (Kalimantan Barat), bahkan bisa jadi Kalteng (Kalimantan Tengah)

 

“Pasalnya jaringan ini mengambil dari Kalbar, lewat Kalteng dan Kalsel. Tapi melihat dari gerakan mereka, kebanyakan di suplai untuk daerah ini,” tutur Brigjen Pol Jackson Lapalonga.


Disebutkan, para terduga tersangka diringkus pada Rabu (20/10) sekitar pukul pukul 14.00 WITA.


Penangkapan oleh anggota dilakukan di Jalan Trans Kalimantan Km 26.500 Desa Anjir Pasar Kota Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala (tepatnya di depan Masjid Besar Baiturahman).


Tersangka adalah M Zainudin alias Udin (29), seharinya sopir berlamat tinggal Jalan Jawa Rt 01 Rw 01 Kelurahan Binuang Kabupaten Tapin.


Robie alias Bi (31), seharinya tukang bangunan, tempat tinggal Komplek Citra Griya Indah II Rt 004 Rw 011 Desa Sungai Paring Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.


Dan seorang narapidana (napi) di salah salu Lembaga Pemasyarakaran (Lapas) di daeran ini, M Nafuz alias Afuz (28).


Napi ini berstatus sebagai warga Jalan Raya Belanti Kelurahan Pantai Atas Rt 2 Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin. “Untuk satu tersangka itu, masih di Lapas,” ujarnya.


Terungkap sindikat jaringan provinsi Kalbar dan Kalsel, lanjut Brigjen Pol Jackson Lapalonga hasil analisis intelijen, penyelidikan di lapangan.”Ini bahkan berbulan-bulan, baru bisa diungkap,” jelasnya.

 

Dalam modusnya, napi yang di Lapas bertugas atau komunikasikan dengan salah satu bandar di Kalbar, untuk penyediakan narkotika.


Kemudian pengambilan barang dan dibawa ke Kalsel oleh tersangka dan yang menerima Udin.


“Dari 4 kilogram, kita kembangkan lagi sesuai perintah Afuz untuk penerima berikutnya.


Namun putus mata rantainya, ya mungkin dari beberapa penggerebekan, giat kita sudah bocor duluan, termasuk yang di Kalbar,” ujarnya.


Namun demikian, pihaknya demi tugas yang terbaik terus menelusuri dan melakukan penindakan terhadap namanya jaringan atau sindikat narkotika,” tegas Brigjen Pol Jackson Lapalonga.


Dari 4 kilogram sabu disita itu sendiri, BNNP Kalsel, setidaknya sudah bisa selamatkan kisaran 81 ribu orang lebih dari bahaya narkotika.


“Diharapkan warga jangan sampai terlibat ataupun sebagai konsumen, dan ini sepertinya masih banyak dengan bukti masih masuknya sabu ini, harus dihindari,” tutup Jackson. (feb)


ADSEN KIRI KANAN