Notification

×

MGID ATAS

Adsen


ANBK Proses Pemetaan Mutu Sekolah, Ini Penjelasan Kadis Dikpora Pariaman

Senin, 15 November 2021 | 20:01 WIB Last Updated 2021-11-15T14:16:42Z

 Drs.Kanderi, MM
                       

Kota Pariaman - Pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pertama kali tahun 2021 ini, merupakan salah satu proses untuk pemetaan mutu sekolah dan mutu pendidikan di daerah. Untuk Kota Pariaman, pelaksanan ANBK kepada murid kelas V SD ini, berjalan lancar dan aman tanpa kendala.


Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Pariaman Drs.Kanderi, MM ketika menjawab pertanyaan fajarharapan.id di Pariaman, Senin (15/11/21), sehubungan pelaksanaan ANBK SD tahun 2021 secara nasional yang dimulai Senin ini.


Disebutkan Kanderi, ANBK dilaksanakan  secara Nasional buat pertama kali ini, bertujuan untuk peningkatan mutu sekolah dan mutu pendidikan pada setiap Daerah. Dan hasil ANBK yang diperoleh dari murid Kelas V ini, tak berpengaruh sama sekali terhadap nilai akhir sang anak dari sekolah tersebut nantinya. 


Cuma pengaruh luar biasanya, kata Kanderi didampingi Kabid Dikdasmen Yurnal, M.Pd itu, terutama sekali kepada sekolah sebagai penyelenggara pendidikan, dan guru bersama Kepala Sekolah (Kepsek) sebagai pelaku proses pada sekolah yang bersangkutan. Artinya, instrumen dari kedelapan (8) standar nasional pendidikan tersebut akan terungkap pada hasil rekapitulasi ANBK secara otomatis di server Kemendikbud Pusat.


"Disini diminta kejujuran murid, guru dan Kepsek untuk mengisi instrumen secara benar. Yakni untuk murid terdapat komponen survey karakter, literasi dan numerasi. Sedangkan teruntuk guru adalah survey lingkungan. Kesemuanya saling berkaitan satu sama lain" jelas dia.


Ia menjelaskan, ANBK merupakan suatu proses untuk perbaikan mutu kepada kesemua komponen 8 standar pendidikan di sekolah. Yang selama ini terjadi dan dialami, hanya bertumpu kepada evaluasi dan hasil nilai murid atau siswa di akhir tahun pelajaran.


"Kini, melalui ANBK yang diminta itu kemampuan serta kualitas guru dalam proses pembelajaran dengan merangsang cara berpikir anak yang berkarakter, berliterasi dan melakukan numerasi. Ketiga komponen harus terintegrasi kesemua mata pelajaran yang diberikan guru. Sedangkan Kepsek dituntut kemampuan dia sebagai manejer terhadap 8 standar di sekolah yang dipimpinnya" tegas mantan Kepala SMKN 1 Pariaman itu.


Kata dia, sistim pelaksanaannya dalam bentuk Assesmen online dan semi online dengan hari dan waktu yang telah ditentukan selama 4 (empat) hari, Senin- Kamis (15 -18/11/21). Untuk peserta diacak, itupun jikalau murid Kelas V SD mempunyai lebih 30 orang. Sedangkan kurang dari 30 itu, maka akan ikut kesemua muridnya.


Untuk Kota Pariaman, ungkap Kanderi, peserta ANBK dari kelas V sebanyak 1.782 murid dengan rincian 950 lelaki dan 832 perempuan pada 83 SD/SDIT. Tempat pelaksanaan, ada yang mandiri sebanyak 18 SD, mandiri ditumpangi sebanyak 2 SD, sisanya menumpang ke Labor IT SMP, SMA/SMKN. Sedangkan guru bersama Kepsek yang ikut ANBK melalui survey lingkungan sebanyak 913 orang.


"Pengawas ANBK dilakukan sistim silang. Sehingga hasil dari ANBK dari murid, guru dan Kepsek akan menjadi evaluasi sekolah secara jujur dan benar. Jadi masih ada peluang untuk berbenah terhadap mutu sekolah dan pendidikan pada satuan pendidikan bersangkutan setahun kedepannya" tutur Kanderi mengakhiri (co)


ADSEN KIRI KANAN