Notification

×

MGID ATAS

Adsen

TPID Tanah Datar Belajar Jajaki Peluang Kerja Sama ke Palembang

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:09 WIB Last Updated 2021-10-14T08:09:11Z
.


Palembang, fajarharapan.id - Untuk meningkatkan inovasi dan penjajakan kerjasama, Tim  Pengendali Inflasi Daerah (TPID) lakukan capacity building ke TPID Pemerintah Kota Palembang. 


Tim TPID Tanah Datar dibawah pimpinan Wakil Bupati Richi Aprian diterima Walikota Palembang diwakili Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi dan Pembangunan Lerizia Rabu (13/10) di Aula Ruang Rapat Bappeda Litbang Kota Palembang.


Rombongan TPID Tanah Datar yang mendampingi wakil Bupati terdiri darim Asisten Ekobang Edi Susanto, Kadis Parpora Abdul Hakim, Kadis Kominfo Abrar, Kadis Pertanian Yulfiardi, Kadis Koperindag Darfizal, Plt. Kadis Pangan dan Perikanan Hilmi, dan Kabag Perekonomian Masni Yuletri.


Sementara itu dari Pemerintahan Kota Palembang lainnya yang menyambut tim TPID Tanah Datar adalah Kepqla Dinas kPerdagangan, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kadis Sosial, Kadis Kominfo, Kadis Koperasi dan UMKM, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda Litbang, Kabag Perekonomian dan Dirut Perumda Pasar Kota Palembang. 


Wakil Bupati Richi Aprian dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa kedatangannya bersama rombongan yang pertama untuk menambah dan meningkatkan kapasitas TPID Tanah Datar dan membuka komunikasi antar dua daerah. 


"Kami sangat tertarik dengan keunggulan TPID Kota Palembang dengan pasar digitalnya dalam mengendalikan inflasi dimasa pandemi. Walau kami telah dinobatkan dan meraih TPID Award tahun 2021 dengan kategori terbaik kabupaten se-Sumatera, namun tidak ada waktu bagi kami untuk berbangga diri untuk menutupi kekurangan dan Pemkot Palembang yang menjadi tujuan kami," ujar Richi Aprian. 


pMewakili Wawako Staf Ahli Bidang Ekobang Kota Palembang Letizia menyambut baik kedatangan rombongan dan memaparkan kondisi Kota Palembang termasuk dengan program unggulannya. 


Sementara khusus TPID Kota Palembang, Letizia memaparkan salah satu inovasi dimasa pandemi Covid-19 yakninya Pasar Digital yang dikelola oleh Perumda Pasar Kota Palembang. "Dimasa pandemi kebutuhan masyarakat harus tetap kita penuhi, sementara aktivitas dibatasi. Untuk itu kami melalui TPID melakukan inovasi yang kami bernama Pasar Digital," ujar Letizia. 


Lebih jauh Letizia menerangkan, saat ini pasar digital di Indonesia memang masih dikuasai oleh Lazada, shoppe dan beberapa lainnya. Namun pasar digital yang dikelola Pemkot dengan aplikasi diBajolbae, selama pandemi ini telah dimanfaatkan oleh 15 ribu pengguna disekitar kota. 


Ditambahkan Letizia, aplikasi diBajolbae saat ini telah bekerjasama dengan 12 pasar yang ada di kota Palembang, dan pola kerjanya dengan menawarkan kebutuhan masyarakat melalui aplikasi online. 


"Untuk membuat pesanan pengguna tinggal lihat kebutuhannya di aplikasi lalu pesan, dan yang paling penting kami menawarkan produk dengan kualitas terbaik. Ini demi menjaga kualitas layanan dan kepuasan masyarakat," terangnya. 


Terkait dengan penawaran kerjasama dengan Pemkab Tanah Datar, Letizia mengatakan peluangnya sangat besar. "Tanah Datar merupakan penghasil komoditi pertanian dan kami memang sangat membutuhkan. Jadi pertemuan ini harus ada tindak lanjutnya, mungkin dengan sebuah perjanjian kerjasama sehingga saling menguntungkan untuk kedua daerah," pungkasnya. (V.St.Saidi)

ADSEN KIRI KANAN