Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Taliban Klaim Pasukannya Berhasil Singkirkan ISIS

Senin, 04 Oktober 2021 | 16:40 WIB Last Updated 2021-10-04T09:40:00Z

 

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengklaim pihaknya telah melaksanakan operasi memberangus ISIS.


Jakarta - Pasukan Taliban mengklaim berhasil menyingkirkan kelompok ISIS di wilayah Utara Kabul pada Minggu (3/10). Penghancuran ini dilakukan setelah terjadinya sebuah ledakan di ibukota Afghanistan yang menewaskan beberapa warga sipil.


Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan, unit khusus Taliban telah melakukan operasi terhadap elemen ISIS di distrik ke-17 Kabul.


"Pangkalan ISIS hancur total dan semua anggota ISIS di dalamnya tewas akibat serangan yang menentukan dan sukses ini," kata Mujahid dalam sebuah pernyataan di Twitter, Senin (4/10), sebagaimana dikutip CNNindonesia.


Namun, tidak disebutkan berapa banyak gerilyawan ISIS yang tewas atau apakah ada Taliban yang terluka dalam operasi tersebut, dikutip Associated Press.


Media lokal Afghanistan juga melaporkan terjadinya bentrokan di daerah itu. Warga setempat mengatakan mereka mendengar tembakan dan ledakan di malam hari, dilansir Reuters.


Sebelumnya, Afghanistan mengalami serangan bom pada Minggu (3/10). Akibat ledakan tersebut, lima warga sipil dikabarkan tewas. Serangan ini terjadi di Masjid Eid Gah, Kabul.


Walaupun begitu, masih belum terkonfirmasi apakah penyerangan Taliban pada ISIS berhubungan dengan pengeboman yang menewaskan lima warga sipil tadi.


Namun, kecurigaan jatuh pada kelompok ISIS yang kerap melakukan serangan pada Taliban sejak kelompok itu berhasil menguasai Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu.


Kelompok ISIS sendiri mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman yang terjadi pada 26 Agustus lalu. Serangan ini menewaskan lebih dari 169 warga Afghanistan dan 13 personel militer AS di wilayah bandara Kabul, di mana ribuan orang berada di sana untuk melarikan diri dari kekuasaan Taliban.


Serangan ISIS ini menjadi salah satu ancaman Taliban dalam memimpin Afghanistan. Afghanistan juga terancam krisis ekonomi setelah AS berhenti memberikan dukungan terhadap negara itu Taliban setelah Taliban berkuasa.(*)



ADSEN KIRI KANAN