Notification

×

Adsense bawah

Adsen


Si Jago Merah Mengamuk, Sahtum Tewas Terbakar

Rabu, 06 Oktober 2021 | 14:28 WIB Last Updated 2021-10-06T07:28:51Z

.


Lombok Timur, fajarharapan.id -  Sahtum (50) tewas terbakar akibat amukan si jago merah, Selasa (5/10/2021) sekitar Pukul 05.00 Wita.


Sahtun merupakan warga asal Dusun Pemban Aji, Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Korban ditemukan sudah tak bernyawa  di dalam rumahnya setelah warga setempat berbondong-bondong memadamkan api kurang lebih selama 30 menit. 


Kapolsek Keruak Iptu Mastar, SH., membenarkan kejadian tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat. 


Dari keterangan para saksi yakni Siti (45) dan Sukirman (50) warga asal Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Mastar mengungkapkan kronologis kejadian kebakaran tersebut.


Kebakaran tersebut awalnya diketahui oleh Siti selaku tetangga korban. Saat itu Siti melihat api berkobar di dalam rumah korban. Siti yang saat itu pula sangat panik dan langsung bergegas memberitahu Sukirman. Lalu mereka berdua berteriak untuk meminta pertolongan kepada warga setempat.


 "Setelah api berhasil dipadamkan, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamarnya dengan kondisi terbakar," terang Mastar.


Setelah dilakukannya olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Kapolsek Keruak Iptu Mastar, SH dan 5 anggotanya bahwa, korban ditemukan dalam posisi tidur terlentang tengadah di depan pintu keluar kamar mandi. Ditemukan juga kabel-kabel yang dipakai dan terbakar menggunakan kabel serabut yang tidak standar. 


"Dari keterangan para saksi sesaat kebakaran, listrik masih menyala ditandai dengan kilo meter listrik yang tetap dalam posisi on atau hidup," imbuhnya.


Saat itu juga korban langsung dibawa ke Puskesmas Keruak untuk dilakukannya pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan visum bahwa korban mengalami luka bakar 85 persen.


"Pihak keluarga menolak untuk dilakukannya otopsi terhadap korban untuk mengetahui sebab-sebab meninggalnya korban dan bersedia membuat surat penolakan otopsi," tandasnya.


Pihak keluarga korban juga menerima dan tidak keberatan serta tidak akan melakukan tuntutan hukum secara pidana maupun perdata, karena kejadian kebakaran tersebut dianggap sebagai suatu musibah.


Diketahui sebelumnya bahwa korban memiliki riwayat penyakit sesak nafas, jantung dan sedang dalam kondisi kurang sehat serta korban tinggal sendirian di rumahnya.


Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan bahwa kebakaran kuat dugaan dari arus pendek listrik. (Reza P)


ADSEN KIRI KANAN