Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Seniman Lombok Timur Buka Pementasan GSMS di SMPN 1 Sakra

Minggu, 03 Oktober 2021 | 19:23 WIB Last Updated 2021-10-03T23:45:39Z

.


Lombok Timur, Fajarharapan.id –
Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2021 membuka gerakan keseniannya untuk siswa-siswa sekolah lewat pementasan teater di SMPN 1 Sakra, Kabupaten Lombok Timur NTB (Nusa Tenggara Barat) dengan sangat memuaskan.


Acara tersebut berlangsung di gedung auditorium ekstrakulikuler SMP 1 Sakra, yang dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Lotim Rusman dan Kepala Dinas Dikbud Lotim Achmad Dewanto Hadi, ST. MT.


“Acara yang bermanfaat ini tidak boleh berhenti di sini. Kita tahu, dalam kulikurum guru dituntut untuk mencerdaskan anak, namun kesulitannya adalah kita sulit memahami setiap masing-masing karakter anak. Maka, lewat GSMS ini akan membantu permasalahan itu,” jelas Achmad Dewanto Hadi, ST. MT. lewat pidatonya dalam talkshow di acara tersebut.


Sebelum adanya pementasan tersebut, dua seniman yakni M. Zainul Kirom, dari Masbagik Utara, Kecematan Masbagik dan M. Sopian Hardi, dari Desa Surabaya Lepak, Kecematan Sakra diterjunkan langsung  ke sekolah tersebut untuk menjalankan proses mendidik anak lewat kesenian, khususnya seni teater, selama beberapa minggu.


GSMS sendiri awal bergeraknya pada tahun 2017 di sekitar NTB, dan langsung ditangani oleh pemerintahan provinsi. “Pemerintah provinsi meminta masing-masing perwakilan setiap kabupaten membentuk panitianya di setiap daerah dan sekolah,” tutur Rusman.


Pada tahun ini, Kepala Bidang Kebudayaan sudah meluncurkan 32 seniman ke 16 sekolah di Lombok Timur. Masing-masing sekolah ditangani oleh 2 seniman yang akan membimbing peserta didik dalam berkesenian, kemudian akhir dari proses tersebut berbentuk pementasan yang disaksikan oleh pihak sekolah dan dinas pendidikan.


“Untuk mewujudkan UU no. 5 tahun 2017 dan PP no.87 tahun 2021 (tentang pemajuan kebudayaan), semoga pemerintah juga ikut serta dalam anggaran APBD Lombok Timur ini, hingga harapan kita terkait dengan kekurangan para guru seniman bisa teratasi, dan tentunya gerakan seperti ini punya banyak peluang untuk bergerak lagi,” harap Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Lombok Timur kepada wartawan Fajarharpan.id.


Adapun dari pihak sekolah, gerakan yang bermanfaat ini disambut dengan gembira. Dengan adanya cara seperti GSMS untuk mewujudkan perkembangan kemampuan peserta didik, para guru antusias mendatangkan diri ke acara tersebut. “Sangat keren, dan tentunya bermanfaat sekali untuk peserta didik. Ada siswa saya tadi di panggung ini. Dia di dalam kelas pendiam, ternyata dengan adanya acara ini, bakatnya tak terduga luar biasa,” beber salah satu guru yang menonton acara teater tersebut.


“Selama proses dari pelaku seni yang dikirimkan GSMS ke sekolah ini, bakat anak berkembang, dan kita pun mudah untuk mendekati anak-anak tanpa ada keraguan. Ini sangat luar biasa. Semoga ini menjadi ekstrakulikuler wajib setiap sekolah di Indonesia,” ucap Zaenudin, Kepala Sekolah SMPN 1 Sakra.


Selanjutnya, akan ada pementasan berikutnya di 15 sekolah lagi di wilayah Lombok Timur dengan masing-masing pelaku seni Lombok Timur yang sudah unggul kemampuannya. (zan)




ADSEN KIRI KANAN