Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Pansus I Terendus KPK, Siapa Bakal Diperiksa?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:30 WIB Last Updated 2021-10-12T00:30:02Z
Arief Nurcahyo Ketua Tim KPK-RI didampingi Dodi Hendra Ketua DPRD Kabupaten Solok.


Kab.Solok, fajarharapan.id - Pansus I DPRD Kabupaten Solok belum lama ini melakukan pembahasan terkait rencana pemakaian gedung DPRD Kabupaten Solok, gedung baru Sekretariat DPRD yang sudah sekian lama berdiri megah. Dikabarkan buah hasil tukar guling dengan Kota Solok.


Persoalan tersebut baru-baru ini dibahas Pansus I dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Solok yang dipimpin oleh Wakil Ketua Lucki Efendi.


Laporan Pansus I tersebut dibacakan oleh Jamaris dari Fraksi PDI-P, turut hadir dalam rapat paripurna tersebut Plh Sekda Edisar serta anggota DPRD Kabupaten Solok, unsur Forkopimda dan Plt Sekwan Zaitul Ikhlas juga SKPD Pemkab Solok, Kamis (9/9-2021) lalu.


Alih-alih ada penyelesaian usai rapat paripurna dilakukan, belakangan Pansus I DPRD Kabupaten Solok tersebut mendapat sorotan serius Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI).


Pasalnya, belum lama ini Sekretariat Dewan Kabupaten Solok tersebut disambangi oleh tim KPK-RI.


Setibanya di Kabupaten Solok tim KPK-RI yang di Ketua oleh Arief Nurcahyo segera melakukan rapat dengan anggota DPRD Kabupaten Solok. 


Rapat dewan bersama tim KPK-RI tersebut bertemakan Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi, dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra, turut hadir Wakil Ketua Ivoni Munir, Wakil Ketua Lucki Efendi bersama anggota DPRD Kabupaten Solok dan Plt Sekwan Zaitul Ikhlas, Kamis (30/9/2021).


Tak lama usai menggelar rapat dengan anggota DPRD Kabupaten Solok, Ketua Tim KPK-RI Arief Nurcahyo menyampaikan keterangan pers-nya kepada media.


Arief Nurcahyo mengatakan bahwa kedatangannya bersama tim KPK-RI ke Kabupaten Solok fokus pada koordinasi pencegahan korupsi.


Lebih jauh Arief Nurcahyo menyebutkan bahwa Monev (monitoring dan evaluasi) yang dilakukannya bersama tim KPK-RI di Kabupaten Solok pada garis besarnya telah membawa 8 rencana kerja, salah satunya yaitu mengenai Manajemen Aset Daerah.


Lalu, apakah manajemen aset daerah yang dimaksud Arief dalam keterangan pers tersebut ada terkait dengan persoalan gedung baru Sekretariat DPRD Kabupaten Solok saat ini?


Menyoal apa yang disebut-sebut ketua tim KPK-RI tersebut, faktanya hampir 1 dekade lamanya gonjang-ganjing menyangkut persoalan ruislag (take over atau tukar guling aset milik pihak I dengan pihak ke II) aset daerah Kabupaten Solok dengan Kota Solok hingga hari ini tak kunjung ada penyelesaian.


Sudah menjadi rahasia umum apabila gonjang-ganjing mengenai Gedung baru Sekretariat DPRD Kabupaten Solok tersebut, muncul pada masa kepemimpinan Bupati Solok Syamsu Rahim dan Walikota Solok Irzal Ilyas.


Lalu adakah gonjang-ganjing ruislag aset daerah tersebut merupakan Ekses (dampak buruk) dari diktum (keputusan) Kedua mantan petinggi tersebut?


Lantas akankah kedua mantan petinggi di Kabupaten dan Kota Solok tersebut bakal diperiksa oleh KPK? Hingga berita ini diturunkan informasi mengenai kedua hal itu belum ada kejelasan.(nr)

ADSEN KIRI KANAN