Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Kepemimpinan Kepsek untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Kamis, 07 Oktober 2021 | 19:59 WIB Last Updated 2021-10-07T12:59:01Z

.

Oleh Hendriadi, M.Pd

(Kepala SDN 34 VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman)


Kepemimpinan dalam suatu organisasi pendidikan, sangat menentukan terhadap perkembangan dunia pendidikan. Jabatan Kepala Sekolah merupakan jabatan tambahan dari tugas sebagai tenaga pendidik.


Ia diberi tugas untuk mengelola tiga komponen terdiri dari melaksanakan program manajerial, supervisi dan kewirausahaan. Sehingga Kepala Sekolah itu tidak ada lagi melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagaimana yang telah terlaksana sebelumnya.


Kini, Kepala Sekolah tak ad mengajar lagi di Kelas. Sehingga ada konsekwensinya agar Kepala Sekolah agar mampu dan bisa menggerakan potensi untuk memajukan Sekolah yang dipimpinnya. Disinilah, terletak akan kemampuan Kepala Sekolah untuk bergerak dengan berbagai program yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan demi merealisasikan visi dan misi Sekolah.


Setidaknya, Kepala Sekolah mampu beradaptasi dengan perkembangan yang ada, terlebih berkaitan dengan isu-isu terkini dalam dunia pendidikan di tingkat Sekolah. 


Agaknya, Kepala Sekolah secara administratif maupun manajerial dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan orang-orang dalam organisasi sekolah. Ia juga bisa dan mampu menciptakan kultur yang baik dan kondusif. Disamping itu bekerja mempersatukan berbagai perbedaan agar melahirkan ide dan gagasan yang cemerlang. Terlebih dahulu terciptanya hubungan komunikasi harmonis dan diskusi yang bermakna lagi bermartabat untuk kemajuan Sekolah.


Wahjosumidjo mendefinisikan Kepala Sekolah sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid sebagai penerima pelajaran (Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teori dan Permasalahannya, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005).


Kepala Sekolah sebagai pemimpin di satuan pendidikan yang tugasnya menjalankan menajemen satuan pendidikan yang dipimpinnya. Dia berposisi di garis terdepan yang mengkoordinasikan upaya meningkatkan pembelajaran bermutu. 


Walaupun demikian, Kepala Sekolah bukan satu-satunya yang bertanggung jawab penuh terhadap suatu sekolah. Tetapi Kepala Sekolah memiliki peran yang berpengaruh terhadap proses dan sistem yang ada di Sekolah.


Untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien di Sekolah, maka Kepala Sekolah harus melaksanakan fungsi-fungsi manajerial seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemberian motivasi, pelaksanaan, pengorganisasian pengendalian, evaluasi dan inovasi.


Memang pada dasarnya pengelolaan sekolah menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah dan guru. Namun demikian dalam mencapai keberhasilan pengelolaan sekolah itu, peran serta dari para orang tua dan siswa, juga turut mendukung keberhasilan.


Kepala Sekolah merupakan sosok dan tokoh pendidik dalam peningkatan mutu pendidikan di Sekolah. Sehingga keberhasilan dan kesuksesan ataupun tidaknya pada suatu lembaga pendidikan  akan sangat dipengaruhi dari kompetensi yang dimiliki Kepala Sekolah tersebut.


Disinilah Kepala Sekolah harus dapat memberikan contoh teladan kepada warga Sekolah. Bermodalkan faktor internal saja tidak cukup untuk mewujudkan kedisiplinan guru. Tentu ada faktor luar yakni kepemimpinan dari seorang Kepala Sekolah sebagai penggerak yang dirasa cukup kuat sesuai dengan lingkungan kerja dan bidang tugas guru.


Manusia merupakan pemimpin yang sudah memiliki karakteristik tertentu yang dipenuhi oleh latar belakang yang dimiliki, misalnya: pengalaman, pendidikan dan latihan kepemimpinan yang pernah dilaluinya. Hal itu telah diingatkan Allah bahwa manusia itu ditugaskan sebagai pemimpin sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Anbiya ayat 73 : 


"Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah"


Dari isi kandungan ayat di atas dapat diketahui bahwa Allah SWT telah memberikan isyarat bahwa yang menjadikan dan memberikan petunjuk untuk seorang pemimpin dalam memerintah sesuai dengan ajaran agama Islam, bukan memerintah berdasarkan hawa nafsu. Dan seorang pemimpin tidaklah menjadi seorang pemimpin sampai ia mengajak berbuat kebaikan dan memerintahkannya, baik yang terkait dengan hak Allah maupun hak manusia.


Peningkatan mutu pendidikan pada pendidikan budi pekerti atau istilah lainnya pendidikan karakter yang terhimpun dalam pendidikan agama  khususnya sebagai contoh. Sehingga ada  beberapa upaya yang harus dilakukan pihak Kepala Sekolah dalam pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. 


Diantaranya berusaha memadukan antara materi agama dengan materi pembelajaran umum. Selain itu, membudayakan melaksanakan ekstrakulikuler shalat Dhuhur berjama'ah, shalat Dhuha, Tahfizh, Kultum dan Tahsin.


Sedangkan dalam proses pembelajarannya, Kepala sekolah mengarahkan para guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran. Dalam proses itu, tentu ketersediaan adanya dukungan sarana dan prasarana multimedia terhadap pendidikan karakter. Sebagaimana adanya fasiliitas laboratorium Pendidikan Agama khususnya. Kemudian kemauan dan keterpanggilan para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran harus mempunyai alat peraga. 


Didamping ketersediaan sarana dan prasarana laboraturium Pendidikan Agama itu contohnya, juga ada ruang kepala, ruang guru, ruang pembelajaran, mushallla, koperasi sekolah, dan Perpustakaan. 


Lagi, kesemua guru bertanggung jawab dengan berkelaborasi dalam pendidikan karakter di Sekolah. Tetapi peran guru agama sangat dominan untuk menciptakan kultur/budaya karakter melalui nilai-nilai Pendidikan Agama.


Jadi guru agama bersama guru lainnya perlu didorong dan disugesti untuk pendidikan karakter ini. Terutama agar dapat memanfaatkan media pembelajaran, juga ia rajin dan disiplin dalam mengikuti kegiatan peningkatan mutu. Kalau bisa menunjuk guru agama sebagai penanggung jawab kegiatan keagamaan di Sekolah


Nah, melalui kepemimpinan Kepala Sekolah yang low profil akan mampu mewujudkan cita-cita visi dan misi sekolah. Untuk mencapai keberhasilan tujuan visi dan misi tersebut, maka sangat wajarlah efektivitas kepemimpinan atau manajemen kepala sekolah menjadi suatu kemestian dalam pendidikan karakter.


Dan tak kalah pentingnya untuk menunjang peningkatan pendidikan karakter dan profesional guru tersebut, maka Kepala Sekolah bersama pemangku kebijakan dalam proses pendidikan ini harus seayun selangkah untuk meraih prestasi.


Terutama adalah kiranya dapat menganggarkan berbagai program kegiatan peningkatan mutu tenaga pendidik berskala baik Sekolah, Gugus atau Tingkat Kecamatan maupun Kabupaten. Seperti kegiatan Workshop Pembelajaran,Seminar, Pelatihan dan lainnya.(***)

ADSEN KIRI KANAN