Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Kementan Bidik Solok Selatan Studi Banding Program YESS

Jumat, 08 Oktober 2021 | 07:34 WIB Last Updated 2021-10-08T00:37:37Z
Penyerahan cendramata dari pemkab Solsel kepada perwakilan Kementrian pertanian, diserahkan Bupati Khairunas.


Solsel, fajarharapan.id - Kabupaten Solok Selatan menjadi salah satu kabupaten yang menjadi tujuan studi banding Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) dari Kementerian Pertanian (Kementan). 


Studi banding yang dipimpin Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dr.Idha Widi Arsanti,SP,MP tersebut, membawa perwakilan dari 4 provinsi yang terdiri dari 15 kabupaten/kota terpilih yang mengikuti program YESS.


Rombongan diterima oleh Bupati Solok Selatan Khairunas, Wabup Yulian Efi, Kapolres AKBP Tedy Purnanto, Sekdakab Syamsurizaldi, Badan Pengurus Harian Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) Pusat Bidang Perkebunan Attila Majidi Datuak Sibungsu, OPD, serta sejumlah petani milenial di aula Sarantau Sasurambi, Kamis (7/10/2021).


Idha mengatakan Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) yang dibangun Kementan bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) tersebut sudah berjalan sejak 2019.


Dia juga menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan melahirkan wirausaha milenial di bidang pertanian. Karena itu, dilakukan studi ke Solok Selatan dalam rangka pemberdayaan petani milenial, dan kolaborasi program dengan pemerintah daerah.


“Kami banyak mendengar usaha-usaha yang dilakukan pemkab dalam bidang pertanian, dan Solok Selatan juga mempunya 14 orang Duta Petani Milenial yang luar biasa, karena itu melalui studi ini kami memberikan ‘kail’ sebagai pancingan bagi anak-anak muda, untuk memberdayakan mereka, berpacu meningkatkan produktifitas mereka di terutama bidang pertanian,” ungkap Dr Idha.


Sementara itu, Bupati Khairunas mengatakan bahwa Solok Selatan memiliki posisi yang strategis untuk pengembangan komoditi pertanian, untuk kondisi geografis Kabupaten Solok Selatan memiliki dataran rendah dan dataran tinggi dan suhu yang bervariasi sehingga memiliki potensi komoditi pertanian yang beragam mulai dari tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikanan. 


“Berdasarkan data BPS Solok Selatan pada tahun 2020, sebanyak 48,3% masyarakat Kabupaten Solok Selatan bekerja pada sektor ini, data ini membuktikan bahwa sektor pertanian dan peternakan di Solok Selatan selama ini menjadi primadona dan tulang punggung perekonomian masyarakat,” ungkapnya.


Saat ini menurutnya, terdapat 14 orang Duta Petani Milenial Kabupaten Solok Selatan yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian dengan fokus masing-masingnya di sektor perkebunan, peternakan, hortikultura, dan pertanian terpadu atau terintegrasi antara peternakan-tanaman pangan dan hortikultura.


Bupati menambahkan, Program yang sudah dimiliki oleh Kementerian Pertanian seperti Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP), dan Program YESS ini, serta Program Penciptaan Wirausaha Baru yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan sejatinya memiliki keterkaitan satu sama lain.


Usai diterima Bupati, rombongan berkunjung ke Teras Kopi Pak Datuak di Padang Aro, sekaligus mengunjungi pameran wirausahawan muda pelaku kopi di Solok Selatan. Rombongan juga mengunjungi lokasi peternak muda di KPGD, sebelum bertolak ke Padang. (von)


ADSEN KIRI KANAN