Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Wapres Dorong Gelar Kuliah Tatap Muka

Selasa, 07 September 2021 | 10:52 WIB Last Updated 2021-09-07T03:52:05Z

ilustrasi


Jakarta - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mendorong digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tingkat perguruan tinggi seiring menurunnya kasus Covid-19. Wapres mengatakan, pelonggaran telah dilakukan untuk wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3, termasuk pembukaan PTM terbatas.


Menurut Kiai Ma'ruf, pandemi Covid-19 mengharuskan bangsa Indonesia melakukan adaptasi untuk tetap beraktivitas dan bekerja. "Tapi tetap sehat dan produktif," kata Wapres saat menghadiri secara daring Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru 2021/2022 Universitas Islam Malang (Unisma), Senin (6/9/2021).


Agar kuliah tatap muka di wilayah PPKM Level 1-3 berjalan lancar dan aman, Wapres mengingatkan pentingnya untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dari sisi pemerintah, kata Wapres, program vaksinasi terus digencarkan demi menciptakan herd immunity atau kekebalan komunal.


Oleh karena itu, Kiai Ma'ruf berharap mahasiswa dapat berperan aktif menyukseskan program vaksinasi. "Semoga dengan vaksinasi dan prokes yang ketat, PTM di Unisma dapat berjalan aman dan lancar serta tidak menimbulkan klaster penularan baru," kata Wapres.


Dalam kesempatan itu, Wapres berharap mahasiswa baru mendapat pembekalan yang baik tentang kehidupan kampus yang lebih kondusif dan produktif. Pembekalan itu penting karena pandemi Covid-19 masih melanda.


Sejumlah perguruan tinggi di berbagai daerah telah memulai PTM terbatas, termasuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, ada 17 PTKIN dari 58 PTKIN yang telah melaksanakan PTM terbatas sejak tahun ajaran baru 2021/2022.


Ia berpesan kepada mahasiswa dan dosen PTKIN agar proses pembelajaran PTM terbatas dijalankan dengan baik. "Pelajaran yang diambil dari musibah pandemi Covid-19 adalah betapa mahalnya proses pembelajaran tatap muka, manfaatkan kesempatan ini seoptimal mungkin," kata Ramdhani, Senin (6/9/2021).


Kemenag telah mengeluarkan Surat Edaran Ditjen Pendis tentang Penyelenggaraan Perkuliahan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Tahun Akademik 2021/ 2022 Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Pada Masa Pandemi Covid-19. SE tersebut ditetapkan pada 30 Agustus 2021 dan ditandatangani dirjen Pendis.


Ada beberapa ketentuan dalam SE tersebut. Salah satu aturan itu, kata Ramdhani, kuliah tatap muka terbatas diberlakukan bagi mahasiswa semester I dan semester III. "Juga mahasiswa yang sedang praktikum yang tidak memungkinkan dilaksanakan secara daring," katanya sebagaimana dikutip pada republika.co.id.


PTM terbatas juga telah dimulai Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada Senin (6/9) pagi. Terdapat enam fakultas di UNS yang memulai PTM hari pertama. PTM hari pertama dibuka langsung oleh Rektor UNS Jamal Wiwoho dengan mengajar mahasiswa semester I di Fakultas Hukum UNS. Mahasiswa yang hadir di ruang perkuliahan berjumlah 12 orang. Sisanya mengikuti perkuliahan secara daring dari rumah masing-masing.


Jamal mengatakan, dimulainya PTM di UNS telah sesuai izin yang diberikan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. "UNS dinyatakan sudah siap PTM terbatas dengan bersyarat dan bertahap," kata Jamal dalam siaran pers.


Prinsip bersyarat tersebut, yaitu mahasiswa yang dapat mengikuti PTM harus sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 minimal satu dosis. Kemudian, berasal dari wilayah Solo Raya, mendapat izin dari orang tua, dan tidak memiliki komorbid atau penyakit bawaan.


Sedangkan, yang dimaksud prinsip bertahap, UNS untuk sementara waktu membatasi kapasitas ruang perkuliahan menjadi 30 persen dari kapasitas normal. "Kami mulai karena semester I baru masuk. Nanti bertahap lagi ke semester V dan VII," katanya.


Jamal mengatakan, apabila terdapat mahasiswa semester I yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19, UNS akan melakukan pendataan dan Pemerintah Kota Solo akan membantu menyediakan vaksin Covid-19 untuk mereka. "Intinya, kalau yang belum divaksin, harus divaksin terlebih dahulu.


Ketua Forum Rektor Indonesia Panut Mulyono mengatakan, hampir seluruh perguruan tinggi telah merencanakan PTM terbatas. Namun, kampus perlu mempertimbangkan sejumlah hal, seperti vaksinasi Covid-19 bagi mahasiswa dan kriteria level situasi Covid-19 di daerah masing-masing.


Ada kekhawatiran dari para dosen, katanya, jika PTM digelar tapi belum semua mahasiswa mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19. Kekhawatiran serupa disampaikan orang tua mahasiswa. "Para rektor sedang mengupayakan vaksinasi bagi seluruh mahasiswa," kata Panut.


Panut yang juga Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan, kampusnya telah merencanakan untuk menggelar PTM terbatas pada Agustus lalu. Namun, PTM gagal dilaksanakan karena kasus Covid-19 meningkat pada Juni. "UGM akan terlebih dahulu melihat kondisi pandemi setelah ujian tengah semester dan kriteria level situasi penanganan Covid-19 di Yogyakarta," katanya. (*)


ADSEN KIRI KANAN