Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Tindak Lanjuti Keluhan Petani, Wabup RKN Tinjau Usaha Serai Wangi di Sikabu-Kabu

Selasa, 07 September 2021 | 19:58 WIB Last Updated 2021-09-07T12:58:55Z
Lima Puluh Kota, fajarharapan.id - Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) meninjau langsung kebun Serai Wangi di Nagari Sikabu-Kabu, Kecamatan Luak untuk memaksimalkan produksi Serai Wangi di Lima Puluh Kota. 

“Kami mengunjungi pengelola kebun Serai Wangi di Nagari Sikabu-Kabu. Luas kebun mereka sekitar 16 hektar. Mereka kelola dengan sistem kerja sama dengan pemilik ulayat,” kata RKN di Sikabu-Kabu, Senin (6/9). 

RKN mengunjungi petani Serai Wangi untuk meninjau langsung bagaimana pengelolaan Serai Wangi di daerah itu dimana banyak petani Serai Wangi yang mengeluh di Lima Puluh Kota. 

“Kami tertarik mengunjungi kebun ini karena mayoritas petani Serai Wangi di Lima Puluh Kota mengeluh. Banyak kebun yang tidak lagi dirawat petani. Kami datang untuk mempelajari kenapa mereka bisa “survive” bahkan mereka mampu untuk mengembangkan produk turunan,” jelas RKN. 

RKN mengungkapkan dari kunjungan itu ternyata pelaku usaha Serai Wangi di Sikabu-Kabu mampu survive karna berhasil berinovasi mengelola Serai Wangi untuk hasil yang maksimal. 

“Maka dari diskusi hampir 2 jam kami bisa mendapatkan beberapa informasi berharga, yaitu teknologi penyulingan mereka tidak mampu menghasilkan hasil yang maksimal. Ketika mereka mengolah lahan terbatas dan disibukkan dengan penyulingan, maka disitulah hasil tidak bersesuaian dengan biaya modal,” kata RKN. 

Meski saat ini pengelola kebun Serai Wangi di Sikabu-Kabu dengan segala inovasi, namun mereka kekurangan pasokan daun, sehingga mereka membeli daun dari mana saja, bahkan sampai ke Maek. 

“Mereka menuturkan bahwa mereka sanggup membeli daun dengan harga Rp. 800/kg daun. Asumsi pendapatan petani dengan harga beli demikian sekitar Rp4-8 juta/panen. Panen rata-rata sekali dalam 40 hari,” jelasnya. 

Hasil 4-8 jt tersebut sangat ditentukan oleh kemiringan lahan. Lahan yang terlampau miring bisa ditanami 4000-6000 rumpun dan lahan yang datar bisa ditanami 9000-10000 rumpun. Adapun hasil panen biasanya 1 ton dalam 1000 rumpun. 

“Dengan diskusi sebentar itu kami berkesimpulan sementara bahwa berkebun serai wangi masih berpeluang apabila petani hanya merawat dan menjual daun saja. Pekerjaan menyuling dikhususkan kepada orang tertentu yang memiliki keahlian pada bidang tersebut,” ujar RKN. 

Sementara itu para petani itu menyampaikan keinginan agar pemda bisa membantu kelompok tani mereka dengan pengadaan pabrik untuk memproduksi turunan minyak serai wangi, seperti sabun, dan lain-lain. 

Pelaku usaha disana mengatakan apabila pabrik itu berdiri maka semua panen serai wangi di Lima Puluh Kota dapat mereka tampung dan potensi pembukaan lahan baru masih terbuka lebar. 

Menanggapi hal tersebut RKN meminta kepada pelaku usaha Serai Wangi untuk memberikan kajian ilmiahnya agar ia bisa melihat analisis usahanya. “Berikan kami kajian ilmiah nya segera,” kata RKN ke petani Serai Wangi disana.(Rel/Zik)

ADSEN KIRI KANAN