Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Setelah di Kota Payakumbuh, Bank Nagari Kembali Luncurkan Program KUR Super Mikro di Kabupaten Lima Puluh Kota

Sabtu, 25 September 2021 | 07:27 WIB Last Updated 2021-09-25T00:34:28Z
Lima Puluh Kota, fajarharapan.id - Seiring dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 pasal 22 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang memerintahkan kepada Pemda untuk menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik di bidang pengelolaan keuangan daerah, Bupati Lima Puluh Kota menandatangani MoU Pengembangan Digitalisasi Ekonomi Daerah dengan Bank Nagari di Aula Kantor Bupati Lima Puluh Kota pada Jumat (24/9/21).

Penandatanganan MoU ini sekaligus diiringi dengan launching E-retribusi tempat rekreasi, E-retribusi KIR, KUR Super Mikro MARANDANG (Malawan Rentenir Daerah Minang) dan penyerahan CSR Bank Nagari tahun 2020.



Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dalam sambutannya menyampaikan perluasan digitalisasi saat ini merupakan suatu keharusan diterapkan dalam pelaksanaan pemerintahan untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

Dengan diterbitkannya Keputusan Presiden nomor 3 tahun 2021 tentang Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Digitalisasi Daerah, maka akan membantu dalam menggedor implementasi ETPD untuk transparansi keuangan daerah, mendukung tata kelola dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah dan pengembangan transaksi digital masyarakat untuk integrasi ekonomi.

Maka sebagai bagian dari pelaksanaan ETPD yang dimaksud, saat ini Kabupaten Lima Puluh Kota telah membentuk TP2DD melalui Keputusan Bupati nomor 129 tahun 2021. 

“Kepada Kepala OPD diinstruksikan untuk mepersiapkan diri dan perangkat di OPD masing-masing bahwa kedepan kita tidak lagi melaksanakan transaksi tunai tapi non tunai. Sebagaimana yang diharapkan oleh Kepala Bank Indonesia, di samping transparansi juga diharapkan kebocoran dalam pengelolaan keuangan daerah tidak terjadi lagi,” terang Bupati Safaruddin

Sementara itu, Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad menerangkan, perbankan sekarang ini hampir sudah tidak mengenal kegiatan yang sifanya membawa uang, seiring dengan pencanangan Presiden tentang transaksi nasional non tunai dimana-mana.

Tentu saja hal ini musti harus disikapi secara bersama untuk evisiansi bertransaksi. Untuk itu, Bank Nagari melalui gerakan nasional non tunainya telah mengembangkan teknologi sedemikian rupa sehingga semua transaksi digital Bank Nagari ontime 24 jam bisa diakses dari mana saja. 

“Berkaitan dengan digitalisasi, pembayaran apa saja seperti E-Retribusi Dinas Pariwisata, KIR Dinas Perhubungan, dan lainnya dapat dilakukan melalui QRIS (Quick Response Indonesia Standard) yaitu pembayaran dengan menggunakan QR Code,” jelas Irsyad. 

Di akhir acara ditutup dengan penyerahan CSR pendidikan yang diberikan oleh Bank Nagari ke Kabupaten Lima Puluh Kota setiap tahunnya. 

Hadir pada kesempatan itu, Direktur Utama Bank Nagari, Kepala Bank Indonesia Padang, Kepala OJK Padang, Komisaris Utama beserta Dewan Komisaris Bank Nagari, Direktur Keuangan Bank Nagari, Ketua DPRD Sumbar, Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Sekda Lima Puluh Kota, dan Kepala OPD di Kabupaten Lima Puluh Kota serta pelaku UMKM binaan Bank Nagari.
(Rel/Zik)

ADSEN KIRI KANAN