Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Seorang Anggota Brimob Gugur Usai Baku Tembak dengan KKB

Minggu, 26 September 2021 | 19:32 WIB Last Updated 2021-09-26T12:33:24Z

 

Evakuasi jenazah Brimob yang gugur di Kiwirok, Papua, Minggu (26/9/2021). (harian aceh)


Papua, fajarharapan.id - Seorang anggota Brimob Kelapa Dua, Bharada Muhammad Kurniadi, gugur usai baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Minggu (26/9/2021).


Baku tembak itu bermula ketika KKB menembaki Polsek Kiwirok terlebih dahulu pada pagi hari. Kontak tembak itu terjadi pada pukul 04.50 WIT. Kontak tembak itu bermula ketika KKB menembaki Polsek Kiwirok.


"Betul, kontak tembak di Mako Polsek Kiwirok," ujar Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito ketika dikonfirmasi detikcom, Minggu (26/9/2021) sebagaimana dikutip detikcom.


Cahyo menjawab pertanyaan wartawan betul-tidaknya KKB menembaki Mapolsek Kiwirok terlebih dahulu.


"Saya atas nama keluarga besar Polres Pegunungan Bintang ungkapan duka cita yang mendalam atas gugurnya salah satu personel Polri, yaitu almarhum Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi," sambung Cahyo.


Ini merupakan kelanjutan dari sederet ketegangan yang terjadi di Kiwirok, Papua, beberapa waktu terakhir akibat ulah KKB. KKB dengan keji membakar puskesmas di Kiwirok hingga menganiaya dan melecehkan tenaga kesehatan.


Korban berjatuhan akibat kekejian KKB di Kiwirok. Suster Gabriella meninggal akibat serangan KKB. Seorang anggota TNI, Pratu Ida Bagus Putu, kemudian gugur dalam baku tembak dengan KKB saat hendak mengevakuasi jenazah Suster Gabriella.


Imbas serangan KKB yang belum berakhir, aparat TNI-Polri mengungsikan warga Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, untuk sementara waktu karena teror yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) mengancam keselamatan warga.


Berdasarkan keterangan tertulis Satgas Humas Nemangkawi, Sabtu (25/9/2021), aparat TNI-Polri menyediakan pesawat untuk mengangkut para pengungsi pagi ini. Kegiatan evakuasi dipimpin Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Kurnito dan tim Satgas Nemangkawi.


"Setelah situasi kondusif, warga yang dievakuasi dapat menentukan apakah kembali ke Distrik Kiwirok atau akan bersama kerabat atau keluarga yang ada di Oksibil maupun Jayapura," kata Wakasatgas Humas Nemangkawi Kompol Rudi Hartono. (*)

ADSEN KIRI KANAN