Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Replika Keris di Museum Istano Basa Pagaruyung

Sabtu, 11 September 2021 | 20:50 WIB Last Updated 2021-09-11T13:50:03Z
Replika keris di museum Istano Basa Pagaruyung.


Ditulis: Yuldaveri


Museum Istano Basa Pagaruyung adalah peninggalan dari Kerajaan Pagaruyung. Istano ini menjadi tempat tinggal bagi Raja Alam yang merupakan sebutan dari pemimpin tertinggi kerajaan. Raja Alam ini juga kerap disebut dengan Rajo Tigo Selo karena ada tiga raja yang memimpin. Sejak saat itulah, budaya Minang mulai berkembang.


Istano Basa atau lebih populer dengan sebutan Istana Pagaruyung. Ini bukti bahwa Istana tersebut menjadi sejarah kerajaan di Minangkabau, yang lengkap dengan peninggalan dari setiap unsur kehidupan masyarakatnya. 


Pesona megahnya bangunan Istana Pagaruyung merupakan primadona wisata sejarah di Sumatera Barat. Istana megah ini terletak di Kecamatan Tanjung Emas, Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar ini salah satu destinasi wisata budaya paling terkenal di Sumatera Barat.


Istana ini, merupakan salah satu sisa kejayaan Kerajaan Pagaruyung yang masih bisa dinikmati wisatawan sampai saat ini. Sebab, Istano tersebut milik kerajaan yang sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka ini.


Dalam Istano banyak benda-benda peninggalan sejarah. Salah satunya keris. Replika benda-benda kerajaan peninggalan masa lampau banyak digemari para pengunjung di museum Istano Basa Pagaruyung. 


Misalnya replika “Keris Geliga Tunggal Alam”. Ini adalah benda pusaka Istano Pagaruyung yang menurut sejarah selalu jadi bekal Tuanku Abang Raja Manti Putih Larat ke Rantau Kala-Kala Kuning Tanah Kucing Serawak pada akhir abad XVIII.


Selain itu Keris asli “Sampono Ganjo Erah” dan “Ponding Parisai Pusek”. Inilah pusaka Istana Pagaruyung Raja Adat Buo Pangian. Keris ini diyakini sudah ada sejak awal abad XVIII. Selain itu, ada juga replika “Keris Tunggal Kilau Malam”. Ini juga benda pusaka Istana Pagaruyung bekal Raja Lenggang Dirajakan ke Rembau Seri Menanti pada tahun 1808.


Selain keris masih banyak benda bersejarah. Misalnya “Saluak Deta Dandan Tak Sudah”. Ini adalah mahkota tutup kepala Raja Alam Melayu Minangkabau di Pagaruyung selepas tahun 1550 abad XVI dibawa ke Rembau Seri Menanti Negeri Sembilan oleh Si Alang Bujang Mahmud Tuanku Raja Malewar tahun 1773 abad XVIII. Juga ada replika kopiah yang diperkaya dengan ukir sulaman benang emas dari Sungayang “Tikam Tindik” Sarang Olang abad XVIII. (https://gpswisataindonesia.info).


Banyaknya terdapat peninggalkan benda-benda bersejarah di Museum Istano Basa Pagaruyung, sudah jelas Kerajaan Pagarung merupakan suatu pusat dari pemerintahan Kerajaan Minangkabau.(*)

ADSEN KIRI KANAN