Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Pol PP Lobar dan Bea Cukai Mataram Sisir 3 Pasar di Labuapi

Kamis, 30 September 2021 | 19:46 WIB Last Updated 2021-09-30T12:46:10Z

Pol PP saat menyisiri kedai-kedai yang dianggap menjual rokok ilegal.


Lombok Barat, fajarfarapan.id - Kasat Pol PP Lombok Barat dan Bea Cukai Kota Mataram tak lengah brantas peredaran rokok ilegal di tiga titik pasar wilayah Labuapi seperti Pasar Jerneng, Pasar Telagawaru, dan pasar Perampuan Karang Bongkot, dan kios-kios kecil di Kabupaten Lombok Barat, NTB. 


Kasat Pol PP Lobar Hj.Baiq Yeni S Ekawati melalui Kabid Penegakan Zuhadi Bahari mengatakan ini bertujuan untuk membasmi peredaran rokok ilegal atau palsu dan mengajak masyarakat Lombok Barat bijak dalam berjualan.


"Kami bersama Tim Pol PP Lobar dan Bea Cukai Mataram terjun sidak Pasar di 3 lokasi dan sisir kios-kecil sehingga menemukan beberapa Rokok ilegal yang tidak punya cukai," tegasnya.


Zuhadi mengatakan, ada beberapa para pedagang menjual Rokok ilegal tanpa cukai sehingga diberikan sosialisasi dan didata langsung oleh petugas.


"Sosialisasi juga kita berikan untuk para pedagang dan menghimbau ibu-ibu yang masih menjual rokok tanpa cukai agar sehat dalam berjualan," tandasnya.


Sementara itu, kepala kantor pengawasan dan pelayanan bea cukai Mataram, I Putu Alit Ari Sudarsono melalui Bil Haki selaku seksi penindakan menegaskan, untuk hari ini di wilayah Labuapi, Lombok Barat, langsung menyisir 3 titik pasar dan kios terdekat bersama Tim Sidak Bea Cukai Kota Mataram dan Pol PP Lobar, sehingga dapat temuan baru Pita Cukai bukan peruntukan.


"Ada yang berbeda, ada tembakau yang bukan peruntukannya punya kategori seperti ada pita cukai palsu, ada yang pakai pita cukai bukan peruntukan,

ada tembakau isi 10 sampai 15 gram tapi di lengkapi pita cukainya 4 gram," terangnya.


Lebih lanjut Bil menambahkan, ada terdapat perbedaan di lokasi sidak lainnya dengan pasar Labuapi, namun petugas terus melakukan pendisiplinan.


"Jadi yang kemarin itu tidak menggunakan pita cukai sama sekali, namun hari ini menggunakan pita cukai, tapi dia masih salah menggunakan pita cukai," tambahnya.


Bukan hanya itu, Bil menuturkan bahwa di daerah Lombok banyak yang berpenghasilan dari tembakau, namun menggunakan pita cukai tidak peruntukan.


"Untuk para pedagang agar lebih teliti soal kelegalan dalam tembaku, bukan sekedar hanya ada pita cukai, namun pita cukai dipastikan untuk diperuntukkan ditembakau," tutupnya. (Ndi)


ADSEN KIRI KANAN