Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Peningkatan Kompetensi Tim Adiwiyata Sekolah Melalui Model Pelatihan Berbasis Kompetensi

Rabu, 01 September 2021 | 13:10 WIB Last Updated 2021-09-01T06:13:04Z

 

Agus Teguh Prihartono



Oleh. Agus Teguh Prihartono

Dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Sekolah (GPBLHS),  Tim Adiwiyata Sekolah merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan GPBLHS di sekolah, baik dimulai dari merencanakan, melaksanakan serta pemantauan dan evaluasinya.  Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi Tim Adiwiyata Sekolah ke depannya agar program GPBLHS tersebut bisa dilaksanakan secara efektif dan efisien.


Upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan secara preventif salah satunya adalah melalui program GPBLHS.  Di mana gerakan ini terjadi di sekolah yang dilakukan oleh segenap warga sekolah.   Tentu saja dituntut kesiapan dari warga sekolah yang dalam hal ini adalah Tim Adiwiyata Sekolah. 


Permasalahan yang ada selama ini adalah bahwa tidak semua anggota tim memiliki kompetensi dalam melaksanakan program tersebut.  Kenapa hal itu bisa terjadi ?


Terdapat beberapa penyebab belum optimalnya kompetensi tim ini yang antara lain (1) pelatihan atau bimtek yang diterima selama ini masih kurang.  Paling banyak hanya 2 kali dalam setahun, (2) belum adanya model pelatihan yang baku yang dilaksanakan selama ini. 


Yang dimaksud bakunya suatu model adalah memiliki acuan dan pegangan baik dari segi materi, maupun dari segi petunjuk pelaksanaannya.  Artinya seorang trainer akan mengikuti pedoman dan langkah-langkah yang telah termuat di buku panduan trainer.


Sejauh apa perlunya model pelatihan ini?

Model pelatihan merupakan pedoman dalam melaksanakan pelatihan.  Terdapat beberapa model pelatihan yang telah dikembangkan, tergantung kegunaan dan proses.  Salah satu model pelatihan yang dikembangkan oleh penulis adalah Pelatihan Berbasis Kompetensi.    Pelatihan berbasis kompetensi yang dikembangkan ini sangat relevan dengan tujuan dari peningkatan kompetensi Tim Adiwiyata Sekolah.


Mengapa kompetensi Tim Adiwiyata Sekolah perlu ditingkatkan dalam hubungannya dengan upaya Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) ?   Jawabannya adalah kompetensi tim tersebut akan menghasilkan proses dan ketercapaian hasil dari pelaksanaan program GPBLHS di sekolah masing masing,  dalam kaitannya dengan upaya PPLH adalah bahwa walau bagaimanapun, terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan tak lepas dari masalah perilaku manusia.


Sementara itu perilaku manusia lahir dari adanya pengetahuan, sikap dan psikomotor.  Ke tiga ranah ini merupakan dimensi pendidikan.  Pendidikan formal yang terdiri dari SD, SMP dan SMA yang sederajat  merupakan wadah yang tepat untuk itu.  


GPBLHS ini merupakan penyempurnaan dari Program Adiwiyata yang telah berlangsung sejak Tahun 2006. Penyempurnaan ini secara teknis tidak merubah substansi dan tujuan program maupun struktur organisasi kegiatan di sekolah.  Hal yang disempurnakan dan menyebabkan terjadinya perubahan adalah pada tahapan pelaksanaan. Sedangkan hal yang berhubungan dengan materi pada dasarnya tidak akan berubah.


Tahapan kegiatan yang dimaksud adalah kalau pada Program Adiwiyata tidak adanya penilaian terhadap aspek tahapan kegiatan yang terjadi di sekolah, sedangkan pada GPBLHS terdapat 3 tahapan kegiatan yang menentukan keberhasilan sekolah dalam mewujudkan sikap peduli dan berbudaya lingkungan.  Tahapan itu adalah meliputi (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan (3) Pemanatauan dan Evaluasi.  


Sehingga dengan demikian kompetensi yang harus dimiliki tim terdiri atas keterampilan dalam pelaksanaan, pelaksanaan dan evaluasi.  Selain itu juga dibutuhkan keterampilan dalam mengisi aplikasi evaluasi mandiri.  Ke semua kompetensi itu merupakan tujuan dari pelatihan yang dikembangkan ini.


Terdapat tiga aspek dalam model pelatihan berbasis kompetensi ini yaitu aspek model pelatihan yang dituang dalam buku model, aspek panduan trainer berupa buku panduan trainer serta aspek materi yang dituang dalam buku peserta.  Masing-masing telah dikemas dalam satu tema yang disebut dengan model pelatihan berbasis kompetensi.  


Model ini telah diuji baik dari segi validitiasnya, maupun praktikalitasnya.  Hasil uji tersebut  Hasil validasi Buku Model menurut persentase didapat nilai P=90,73.  Nilai validitas Buku Panduan Trainer sangat valid pada nilai 85,63.  Sedangkan Buku Peserta yang telah didisain telah sangat valid dengan nilai P = 94,27.  Dengan nilai validitas tersebut selanjutnya dilakukan uji praktis dan diperoleh nilai sangat tinggi yaitu 88,93.


Model Pelatihan Tim Adiwiayata Sekolah Berbasis Kompetensi bisa digunakan atau diterapkan dalam pelatihan GPBLHS terhadap Tim Adiwiyata Sekolah. Produk model pelatihan ini memberikan sumbangsih praktis terutama memberikan kemudahan bagi Tim Adiwiyata Sekolah untuk memahami GPBLHS.


 Trainer dan tim pembina GPBLHS dapat menggunakan model pelatihan ini agar kompetensi Tim Adiwiyata Sekolah meningkat. Terbukti dari hasil uji coba pelatihan, Tim Adiwiyata Sekolah sebagai peserta pelatihan, berhasil meningkat pengetahuannya. Hai ini dapat terlihat dengan terjadinya peningkatan nilai rata-rata dari tes yang telah dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan.


Peningkatkan pengetahuan Tim Adiwiyata Sekolah tentang GPBLHS dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam melaksanakan fungsi dan tanggung jawabnya dalam pelaksanaan GPBLHS. Secara langsung ataupun tak langsung hal ini akan berdampak positif bagi pencapaian tujuan dan sasaran GPBLHS. 


Dengan adanya Model Pelatihan Tim Adiwiyata Sekolah Berbasis Kompetensi, yang dilengkapi dengan produk berupa Buku Model, Buku Panduan Trainer dan Buku Peserta ini disarankan :

(1) Agar Tim Pembina GPBLHS di tingkat pusat dan provinsi mensosialisasikan model pelatihan berbasis kompetensi ke Tim Adiwiyata Sekolah.  

(2) Agar penerapan Pelatihan Berbasis Kompetensi dilakukan sesuai dengan acuan yang ada di dalam Buku Model, termasuk dalam menggunakan petunjuk bagi trainer pada Buku Panduan Trainer dan materi yang ada pada Buku Peserta.

Model pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan satu satunya model pelatihan yang telah dikembangkan untuk digunakan bagi tim adiwiyata sekolah.  Ke depan dengan menggunakan panduan ini, maka kompetensi tim bisa ditingkatkan.


(Artikel ini disusun berdasarkan disertasi Agus Teguh Prihartono dengan Promotor Prof. Dr. Rusdinal, M.Pd dan Dr.Nurhasan Syah, M.Pd).



.


ADSEN KIRI KANAN