Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Pemkab Lobar dan Bea Cukai Mataram Sidak Rokok Ilegal

Senin, 27 September 2021 | 21:42 WIB Last Updated 2021-09-27T14:42:40Z
Satpol PP saat merazia rokok ilegal, Senin (27/9/2021).


Lombok Barat, fajarharapan.id - Pemkab Lombok Barat (Lobar) dan Bea Cukai Kota Mataram terus melakukan operasi gabungan di wilayah Batulayar, Sandik, Lombok Barat, untuk mencegah peredaran rokok ilegal, Senin, (27/09/21).


Adapun sasarannya untuk para pedagang di pasar modern, kios kios kecil yang menjual barang kena cukai diantaranya rokok, tembakau.


Kasat Pol PP Lobar Hj.Baiq Yeni S Ekawati melalui Kabid Penegakan, Zuhadi Bahari, menegaskan operasi gabungan dalam rangka pemberantasan rokok ilegal dan palsu untuk menekan angka penurunan beredarnya rokok ilegal di wilayah Lombok Barat.


“Walaupun tadi kita menemukan rokok ilegal, tetap kita berikan sosialisasi untuk pedagang agar tidak lagi mengambil rokok tembakau ilegal dan palsu,” tegasnya.


Ia menambahkan, selain melakukan sidak juga mendata dan memberikan surat buat pedagang yang menjual rokok ilegal atau tidak menggunakan pita cukai dengan tujuan untuk di informasikan kepada perusahan tersebut.


“Setelah ditemukan rokok ilegal para pedagang diberikan surat untuk disampaikan pada para pemasok agar berhenti menjual rokok ilegal tanpa pita cukai,” tururnya.


Sementara itu, kepala kantor pengawasan dan pelayanan bea cukai Mataram I Putu Alit Ari Sudarsono melalui M. Khairul selaku seksi pendidikan menuturkan adanya Tim gempur brantas rokok ilegal melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai Kota Mataram dan unit SatPol PP Lombok Barat menyisir seputar kios-kios di wilayah Batulayar dengan melakukan sosialisasi sehingga masih ada beberapa para pedagang yang menjual rokok ilegal tanpa pita cukai terus dilakukan himbau sekaligus menyita barang tersebut.


“Kita melakukan pemeriksaan di ritel, masih ada barang tanpa pita cukai, ada beberapa penemuan namun tidak banyak seperti biasanya, dengan acara sosialisasi ini angka peredaran rokok ilegal di Lobar menurut hampir 50 persen,” tandasnya.


Khairul juga mengimbau para pedagang untuk lebih sehat dalam berjualan barang Kena Cukai, sebelum menerima barang untuk lebih memeriksa barang ilegal atau legal.


“Untuk para pedagang barang kena cukai untuk hal ini rokok dan tembakau silahkan lebih bijak lagi dalam berjualan, mari sama-sama masyarakat gempur rokok ilegal tanpa cukai,” tegasnya.


Bukan hanya itu, salah seorang pedagang di Batulayar, Rahmi mengatakan bahwa ia sering menerima rokok yang di kemas tanpa pita cukai.


“Jujur saya tidak tau mana yang ilegal, dan tadi sempat kaget rokok di bawa oleh petugas, namun setelah dijelaskan saya tidak mau mengambil rokok ilegal tanpa pita cukai,” tutupnya. (Ndi)

ADSEN KIRI KANAN