Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Pemkab Lobar dan Bea Cukai Mataram Terus Gempur Peredaran Rokok Ilegal

Kamis, 16 September 2021 | 21:56 WIB Last Updated 2021-09-16T14:56:32Z

Jumpa pers.


Lombok Barat, fajarharapan.id - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Bersama Bea Cukai Mataram melalui Kasat Pol PP Lobar Hj. Baiq Yeni S. Ekawati, S. Sos. mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan beredarnya rokok ilegal. 


"Mohon kepada masyarakat kiranya membeli rokok yang legal, silakan beli rokok yang legal, karena hasil cukai rokok yang dipergunakan untuk beli itu akan kembali kepada kita semua," ujarnya.


Hal ini, di sampaikan Kepala Kesatuan Polisi Pamong Peraja (Kasat POL PP) Lombok Barat, pada saat sosialisai di kantor camat Gunung Sari didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kamis, (16/09/2021).


Setelah dilakukan sosialisasi di beberapa tempat, perkembangan rokok ilegal di Lombok Barat tidak signifikan. 


"Perkembangan rokok ilegal di Lombok Barat (Lobar), NTB ada tapi tidak terlalu signifikan, kenapa saya katakan seperti itu karena itulah tujuan kegiatan ini dilakukan supaya masyarakat lebih paham lagi. Kalok kita tidak melakukan sosialisasi, masyarakat ini tidak mengerti mana yang berizin dan tidak," ucap Kasat Pol PP Lobar.


Dengan dilakukan sosialisasi ke tingkat Desa menurutnya agar masyarakat lebih memahami lagi tentang mana rokok legal dan ilegal. Selain itu rokok yang berada di NTB, khususnya di Lombok Barat menjadi penyedap. 


"Alhamdulillah Rokok atau tembakau yang ada di NTB khususnya di pulau Lombok menjadi bumbu penyedap itu adalah tembakau yang ada di Lombok".


Ia juga menyampaikan, supaya masyarakat dapat membuat prodak rokok sendiri dengan pengurusan izin yang cepat. "Kita berupaya melalui Disperindag untuk membuat prodak tersendiri dengan memanfaatkan perizinan yang gampang," ujarnya.


Selain melakukan sosialisi, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga melakukan penertiban di sejumlah pedagang. Dari penertiban yang dilakukan sekitar 5 kali di temukan sekitar 500 bungkus yang di temukan beredar. 


"Intinya kami akan tetap berusaha untuk mengingatkan. Kami tidak akan berhenti sampai disini. Pada saat POL PP patroli akan tetap melakukan pembinaan pada pedagang rokok yang berada di 10 wilayah Kecamatan yang berada di Lombok Barat", tambahnya.


Sementara itu, Perwakilan Kantor Bea Cukai Mataram selaku narasumber Rizki mengatakan, dengan adanya kegiatan ini untuk melakukan pembinaan pada masyarakat dan jika ada informasi terkait rokok ilegal bisa langsung menghubungi kantor Bea Cukai.


''Untuk mengetahui ilegal maupun legal, selama dia dikemas atau ada kode khusus itu dianggap barang kena cukai karena menjual dalam bentuk eceran," terangnya.


Rizki lebih menegaskan, untuk tembakau yang tidak bermerk tidak dikenakan pajak, ini bertujuan untuk membantu para petani yang biasanya mengemas dengan besar.


"Jika petani menjual ke pedagang, itu tidak kena cukai dan tidak harus bayar dari pita cukai, namun jika di desain lagi dengan kemasan lainnya dan ditaruhkan merek, baru pasti dikenakan cukai," tuturnya.


Bukan hanya itu, Kepala Disperindag Lobar, H. Sabidin mengatakan Pemkab Lobar juga bersuara untuk membantu para pedagang melakukan pembuatan izin usaha.


"Para pedagang, mari datang urus izin usaha cukup bawa KTP, dan bisa menggunakan HP," tegasnya.


Lebih baik lagi, bagi masyarakat yang mau melaporkan peredaran rokok ilegal bisa menghubungi 081807945000 langsung direspon Kantor Bea Cukai.


Acara dihadiri Kadis Perindag Lobar, Kasat Pol PP Lobar, Sekretaris Pol PP Lobar, Bea Cukai Mataram, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan stake holder terkait. (Ndi)


ADSEN KIRI KANAN