Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Pasar Modal Indonesia Bantu PMI Banjarmasin

Rabu, 22 September 2021 | 19:09 WIB Last Updated 2021-09-22T12:09:09Z
Penyerahan bantuan untuk PMI Banjarmasin.


Banjarmasin, fajarharapan.id - Dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19, Self- Regulator Organization (SRO),  bantu PMI Kota Banjarmasin.


SRO itu terdiri dari PT. Bursa Efek Indonesia (BEI), PT. Kliring Penjamin Efek Indonesia (ID CLEAR) dan PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). 


Perusahaan tersebut bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin untuk menunjukan kepeduliannya untuk berpartisipasi menyelenggarakan kegiatan donor darah dan donor darah plasma konvalesen terbuka untuk umum dan industri jasa keuangan.


Kepala BEI melalui kantor perwakilan wilayah Kalimantan Selatan, Yuniar, Selasa (22/9/2021) menyebutkan, kegiatan donor darah dan donor darah plasma konvalesen merupakan Corporate Sosial Responsibility (CSR), dalam rangka HUT ke-44, diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.


Kegiatan tersebut diadakan di kantor UDD PMI Banjarmasin di Jalan S. Parman No. 29 Kelurah Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin. 


Kegiatan itu dihadiri oleh Febby selaku Perwakilan dari BEI dan Iqa selaku perwakilan dari UDD PMI Kota Banjarmasi.


Dari kegiatan HUT ke-44, diaktifkannya kembali pasar modal, pihak BEI, dalam hal ini memberikan bantuan kepada pihak UDD PMI Kota Banjarmasin berupa uang tunai sebesar, Rp112,5 juta.


Bantuan tersebut akan diserahkan untuk pengolahan donor darah menjadi plasma sebanyak 50 kantong. DImana satu kantong plasma bisa dipatok dengan harga Rp2,250 juta.


Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, Dr. Ramadhan Sumpit, mengucapkan terimakasih karena telah dibantu oleh CSR pasar modal karena bantuan ini sangat bermanfaat untuk UDD PMI Banjarmasin.


"Kami selama ini memang jarang sekali mendapatkan bantuan. Padahal biaya operational sangat tinggi untuk kualitas produk, baik plasma konvalesen dan komponen darah lainnya," ujarnya.


Disamping itu juga untuk biaya gaji petugas profesional dan biaya operational lainnya. Selama ini hanya mengandalkan dari biaya pengganti pengolahan darah saja. Sedangkan jika berkaca di UDD PMI lainnya itu ada subsidi dari pemerintah daerahnya dan juga ada dari CSR swasta.


Sebagaimana diketahui pandemi covid-19 sangat berdampak besar untuk segala sektor kehidupan masyarakat Indonesia. Termasuk penderita Covid-19 yang kesulitan mendapatkan donor darah plasma konvalesen.


"Harapannya pihak lain juga bisa berkontribusi membantu kami UDD PMI Kota Banjarmasin agar bisa terus menjaga kualitas produk darah yang kami olah," harap Rama.


Sesuai dengan alasan pemberian bantuan uang tunai dari CSR pasar modal, maka menggunakan dana tersebut sesuai amanat untuk dibelikan ke kantong darah dan reagen pemeriksaan untuk 4  penyakit menular seperti HIV, hepatitis B, HCV dan sphilis. (feb)

ADSEN KIRI KANAN