Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Ketua APJI Kalsel Minta agar Olahraga Tradisional Harus Dilestarikan

Senin, 27 September 2021 | 08:52 WIB Last Updated 2021-09-27T01:52:35Z
Ketua APJI Kalsel H. Aftahudin


Banjarmasin, fajar harapan.id - Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Banjarmasin, meresmikan pembukaan kampung bermain di kawasan wisata Arabian Food Banjarmasin Tengah, Minggu (26/9).


Kegiatan pembukaan kampung bermain dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat yang diresmikan langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor dengan pemukulan gong.


Turut hadir juga para petinggi setempat seperti Camat Banjarmasin Tengah, Lurah Banjarmasin Tengah pengusaha ternama di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan beberapa petinggi lainnya diacara peresmian tersebut.


Dikesempatan yang ada pengusaha sukses Kalsel Haji Aftahudin saat di temui awak media, menuturkan sangat penting anak-anak dikenalkan kembali dengan permainan tradisional agar mereka tidak terfokus dengan penggunaan gadget.


“Permainan tradisional seperti egrang, Terompah, Balogo, sepeda sungai, saat ini telah jarang dimainkan anak-anak. Mereka lebih memilih sibuk sendiri dengan gadgetnya. Dengan dikenalkannya kembali, mereka bisa lebih mengenal bahwa bermain permainan tradisional juga sangat menyenangkan. Bahkan permainan ini pernah moderen pada masanya," ungkapnya


Selain itu, permainan tradisional hampir semuanya membutuhkan teman untuk bermain bersama sehingga bisa mengasah jiwa sosial anak tersebut. Jika hanya bermain gadget nilai-nilai seperti itu tidak bisa didapatkan bahkan bisa merusak kesehatan mereka nantinya jika sudah menjadi kecanduan.


Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Kalsel ini, secara psikologis anak yang sering bermain gadget akan berpengaruh pada sikapnya. Dan lebih menyukai kesendirian hingga jarang bersosialisasi dengan teman-temannya.


“Dengan adanya gadget anak-anak sekarang lupa bahwa kita memiliki permainan tradisional yang telah lama dibiarkan mati dan dilupakan. Sudah sepatutnya pengawasan lebih ketat dilakukan oleh orang tua terhadap penggunaan penggunaan gadget ini,” paparnya.


Untuk kegiatan kampung ramah anak ini difokuskan untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget agar mereka tahu permainan-permainan tradisional, bisa bekerjasama dengan teman-temannya.


“Saya dan para orangtua lainnya merasa sangat bersyukur dan senang sekali, ada kegiatan anak-anak yang terarah seperti ini. Kegiatan ini dapat mengurangi permainan yang sifatnya kekinian yaitu gadget pada anak. Anak-anak juga diajarkan kerjasama, gotong-royong, bersosialisasi antar sesama temannya," cetusnya


Haji Aftahudin menegaskan kepada masyarakat, selain menjaga kebugaran dengan berolahraga, penggiat kampung bermain diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah diberikan oleh pemerintah. (feb)

ADSEN KIRI KANAN