Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Jembatan Sungai Alalak Baru akan Diresmikan Presiden

Senin, 13 September 2021 | 21:10 WIB Last Updated 2021-09-13T14:10:26Z
Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor beserta rombongan saat meninjau jembatan Sungai Alalak Baru, Senin (13/9/2021).


Batola, fajarharapan.id - Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor meninjau langsung pembangunan Jembatan Sungai Alalak yang sudah memasuki tahap akhir, Senin (13/9). 


H. Sahbiri Noor yang lebih dikenal dengan Paman Birin, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas bantuan pembangunan jembatan berarsitektur lengkung baja itu.


Terkait arsitektur yang megah itu, paman Birin mengaku bangga dengan dibangunya jembatan lengkung dengan Konstruksi cable stayed pertama di Indonesia.  "Jembatan Sungai Alalak mengandung makna filosofi masyarakat banua yang religius," terangnya


Hal itu ditandai dengan bentang tengah jembatan seperti sedang menadahkan tangan atau berdoa. "Bangga sekali sebagai rakyat kalsel, apalagi ada filosofi yang luar biasa. seperti  sedang berdoa karena kita tau masyarakat kita religius, jadi membangun dengan hati," ucap Paman Birin. 


Gubernur Kalsel berharap jembatan Sungai Alalak yang akan menjadi ikon baru Kalsel yang akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo nantinya.


"Insyallah akan diresmikan Presiden, kemarin sempat ngobrol sama kita, Pak Gub saya akan ke Kalsel, nanti akan saya telpon Pak Gub, mudah mudahan salah satu agenda Bapak Presiden nanti di sini untuk meresmikanya," katanya.


Sementara itu, Kepala BPJN Kalimantan Selatan Syauqi Kamal mengatakan, progres pembangunan Jembatan Sungai Alalak sudah mencapai 99 persen tinggal pekerjaan finishing.


Menurut Syauqi, pihaknya tengah menunggu terbitnya sertifikat keamanan dan kelaikan jembatan yang akan dikeluarkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.


"Bulan lalu sudah uji coba dan dinyatakan layak, saat ini masih proses penerbitan sertifikat kelaikan jembatan nanti akan dkeluarkan oleh Pak Menteri," katanya.


Menurutnya,Jembatan Sei Alalak dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun dan menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 


Penggantian jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Selatan yang berdampak pada  pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (feb)

ADSEN KIRI KANAN