Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Pemerintahan Berjalan dengan Aturan, Swasta Bergerak dengan Terobosan

Rabu, 29 September 2021 | 22:50 WIB Last Updated 2021-09-30T03:06:02Z


Payakumbuh, fajarharapan.id - Pada segmen kedua postingan Youtube Classy FM Padang dengan judul UMKM Naik Kelas 2, Erwin Yunaz hadir sebagai pembicara dalam Program Manajemen Praktis bersama Iskandar Z Lubis yang tayang setiap hari kamis di pekan ke 2-3-4 setiap bulannya di Radio Classy 103.4 FM itu.

Dari postingan video tersebut yang diposting, Selasa (28/9) malam bisa disimak Erwin Yunaz yang berlatarbelakang seorang enterpreneur itu menyampaikan pendapatnya, dimana Kota Payakumbuh telah diakui kualitas pemanfaatan Sumber Daya Manusianya yang melimpah, tidak salah memberikan contoh dalam pendongkrakan ekonomi Sumatra Barat dari kota yang berjuluk The City of Randang ini.

Dalam acara yang berlangsung di Hotel Basko Padang tersebut, Erwin yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Payakumbuh mengatakan Sumatera Barat merupakan Provinsi yang memiliki sumber daya manusia yang berlimpah. Pemikir-pemikir hebat, termasuk dalam kontribusinya mendeklarasikan Negara Republik Indonesia pada Sidang Umum PBB di Denhag - Belanda.

"Ranah minang dengan kekayaan dan sumber dayanya yang luar biasa, adat dan budaya serta potensi-potensi yang ada harus dimaksimalkan.” ungkap Erwin.

Secara tidak langsung, Erwin berharap “enterpreneur minang” di rantau bisa memberikan ilmunya ke ranah tercinta untuk mengembalikan kejayaan dalam membangun ranah minang. 

"Orang-orang minang sangat banyak di perantauan. Jika mereka bersatu dan konsisten memberikan ilmunya, insyaallah negeri kita bangkit," tukuknya.

Dijelaskan Erwin, untuk memaksimalkan sustainability, tentunya tidak hanya tertuju pada literasi sebagai panduan semata melainkan juga menyiapkan kader. Menurutnya seorang pemimpin sangat teruji kepemimpianannya kalau dia mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru. 

"Ini adalah kunci dari supaya kebudayaan kita bisa tetap terjaga sampai kapanpun," kata Erwin.

Sebagai contoh, kata Erwin, dari Kota Payakumbuh yaitu memberdayakan anggaran pemerintah untuk sentra industri UMKM Rendang, ini adalah kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan dengan kerjasama antara swasta dan pemerintah.

"Itu harus kita jaga dan kita lestarikan sehingga kita akan kaya dengan budaya. Misalnya dengan kerjasama antara swasta dan pemerintah, program ini seharusnya tidak hanya semangat melaksanakannya diawal namun harus sampai akhir," kata Erwin.

Dalam hal tersebut, menurut Erwin dapat dilihat kelebihan dari swasta adalah harus tuntas dikerjakan agar tidak rugi. Berbeda dengan di pemerintahan yang mengacu pada anggaran yang harus dihabiskan. Pemerintahan berjalan dengan aturan, sedangkan swasta bergerak dengan terobosan. Dan ini salah satu faktor pembeda antara sistem pemerintahan dan swasta.

"Kita buat terobosan model kerja yang profesional dengan aturan yang berlaku dipemerintahan. Bukan tidak mungkin plat merah rasa swasta bisa kita wujudkan. Enterpreneurship kurang lebih bisa diimplementasikan di pemerintahan.” kata Erwin.

Selain itu, dijelaskan Erwin kalau salah satu tugas pemerintah dalam melestarikan atau membangun ranah minang ini dengan menggali potensi-potensi yang ada sehingga akan melahirkan perubahan yang baik.

Menurut Erwin dalam hal pelaksanaannya harus dikawal dengan target yang jelas. Evaluasi dilakukan dengan cepat bukan setelah berlama-lama dengan kegagalan baru dibicarakan.

"Seperti yang kita ketahui banyak ditemukan program yang awalnya sangat semangat lalu di pelaksanaannya kurang optimal. Nah tugas kita di pemerintah adalah membuatnya menjadi maksimal dan dikelola dengan baik sehingga tidak keteteran dan bisa tetap berjalan," imbuhnya. (Rel/Zik)

ADSEN KIRI KANAN