Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Embung Jenggik Makan Korban, Dua Bocah Kakak Beradik Tenggelam, Satu Meninggal Dunia

Rabu, 15 September 2021 | 08:40 WIB Last Updated 2021-09-15T01:40:37Z
.


Lombok Timur, fajarharapan.id - Dua bocah kakak beradik di Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) tenggelam di embung Jenggik, Selasa (14/9/2021) sekira pukul 12.30 WITA.


Dua siswi Sekolah Dasar (SD) yang tenggelam tersebut diketahui bernama, Baiq Dahlia Alena Putri (9), dan Baiq Siska Oskarinda (9).  Satu di antaranya nyawanya tidak bisa diselamatkan, sementara satu orang lagi dalam keadaan kritis, kini dalam penanganan medis.


“Kejadiannya sekitar pukul 12.30. Waktu itu kami sedang asyik memancing ikan di pinggir bandungan sebelah timur, kemudian tiba-tiba terdengar teriakan dari arah barat bandungan, kami pun langsung ke sumber suara,” terang Samsul Hadi dan sekaligus penolong korban kepada fajarharapan.id, Rabu (15/9/2021).


Samsul Hadi dan juga kawannya berupaya menyelamatkan korban. Yang pertama berhasil dia selamatkan adalah Baiq Siska Oskarinda (korban kedua, saat diangkat masih bernafas). Namun sayang salah seorang di antaranya mereka nyawanya tidak bisa diselamatkan. “Ketika saya sudah pinggirkan ke tepi bandungan, dia sudah tidak bernafas lagi,” imbuhnya.


Kedua korban sempat dilarikan ke Puskesmas Terara, tapi dari penjelasan petugas puskesmas, satu anak nyawanya tidak tertolong . Satunya korban lagi dirujuk ke RSU Mataram karena dalam kondisi kritis.


Kapolsek Terara, AKP I Made Ngurah Wirawan melakukan olah TKP atas peristiwa tersebut dan meminta keterangan sejumlah saksi. 


Menurut keterangan keluarga korban, bocah itu selama ini tinggal bersama ibu kandung dan neneknya. Saat kejadian ibu korban sedang berada di Lombok Tengah, sementara ayahnya bekerja di Bali. "Keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah, mereka menolak dioutopsi," terang Kapolsek.


Kedalaman air di embung tersebut mencapai 2 meter. Bandungan Jenggik (Embung Jago) merupakan bandungan tradisional yang airnya berasal dari air tadah hujan. Saat ini debit air tidak terlalu besar, sekitar 1/3 dari luas bandungan. (zan)

ADSEN KIRI KANAN