Notification

×

MGID ATAS

Adsen

BPBD Sumbar Latih Relawan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana

Sabtu, 25 September 2021 | 19:59 WIB Last Updated 2021-09-25T13:01:21Z
Peserta bimtek


Padang, fajarharapan.id - Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) sangat dibutuhkan di daerah rawan bencana khususnya di Sumatera Barat (Sumbar) agar prioritas penanganan bisa cepat dilakukan.


“Tim Jitupasna memiliki kemampuan untuk menghitung kerusakan dan kerugian dari sebuah bencana. Juga bisa mendeskripsikan kondisi sehingga dapat dijadikan dasar untuk menentukan prioritas penanganan pascabencana," kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Sumbar, Suryadi Eviontri pada kegiatan Bimtek Hitung Cepat Pengkajian Pascabencana, Sabtu (25/9/2021).


Menurutnya, pengkajian dan penilaian yang dilakukan oleh Tim Jitupasna meliputi identifikasi, penghitungan kerusakan dan kerugian fisik dan non fisik yang menyangkut aspek pembangunan manusia, perumahan atau pemukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi dan lintas sektoral lainnya.


Pengkajian ini dapat digunakan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menetapkan kebijakan program maupun kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi.


Informasi yang dikumpulkan Tim Jitupasna haruslah akurat. Artinya, didapat dari para pihak yang terdampak bencana, semua data itu disusun dalam bentuk infografis dan dokumen rencana aksi.


Bimtek yang dilaksanakan beberapa hari itu diikuti dari berbagai unsur kemasyarakatan, kepemudaan, kepegawaian mahasiswa/i dan awak media. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Hotel Imelda Padang.


Menurut Suryadi, pesertanya adalah orang-orang pilihan yang akan berguna bagi masyarakat dalam menghadapi suatu bencana, dengan adanya tim Jitu Pasca Bencana ini dapat mengetahui secara cepat dan akurat dalam penghitungan kerusakan dan kerugian dalam bencana yang telah terjadi.(carles)

ADSEN KIRI KANAN