Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Bea Cukai Mataram dan Pemkab Lobar Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Senin, 13 September 2021 | 19:40 WIB Last Updated 2021-09-13T12:40:17Z
Sosialisasi pemberantasan cukai rokok ilegak di Kabupaten Lombok Barat, Senin (13/9/2021).


Lombok Barat, fajarharapan.id - Bea Cukai Mataram gencarkan sosialisasi rokok ilegal yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) dalam upaya menekan peredaran rokok dan tembakau iris tanpa cukai di Lombok Barat.


Setelah sebelumnya melakukan sosialisasi di sejumlah kecamatan di Lombok Barat, Pemkab Lobar bersama Bea Cukai Mataram terus menerus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. 


Fungsional Penyidik Bea Cukai Mataram Hambali mengatakan, dari hasil evaluasi sosialisasi tentang rokok ilegal pada tahun ini sudah mencapai ke pelosok-pelosok desa. "Tahun inilah yang paling banyak menjangkau sampai ke daerah-daerah desa," ungkapnya, Senin (13/9/2021).


Dengan adanya sosialisasi yang dilaksanakan di beberapa titik menurutnya sudah efektif, karena selain sosialisasi Bea Cukai Mataram juga melakukan sidak langsung ke beberapa pasar yang ada di Lombok Barat bila ditemukan pedagang masih menjual rokok ilegal tersebut.


"Saya rasa hasil sosialisai ini efektif. Karena dari hasil penindakan Bea Cukai mengalami penurunan yang signifikan di bandingkan dengan tahun lalu untuk tembakau," tambahnya.


Menurutnya, dari hasil sosialisasi ini masyarakat sudah banyak yang memahami dan menyadari tentang tidak bolehnya menjual rokok ilegal. Ini diketahui dari hasil operasi pasar yang dilakukan Bea Cukai Mataram 


"Jadi kita sudah menanyakan ke masyarakat, mereka sudah mengatakan tidak berani menjual rokok ilegal. Ada yang sempat melaporkan juga kepada kami, baik dari salesnya," tuturnya.


Sejauh ini, pada tahun 2020 dilakukan penyidikan dan ditemukan bukti penindakan sebanyak 500 surat bukti penindakan. Surat penindakan sejenis dengan bukti dokumen pelaku yang satu kasus satu SP. 


"Data kita pada tahun 2020 mencapai 500 Surat penindakan, sedangkan pada tahun 2021 ini berkurang hingga 200", jelasnya.


Sementara itu, sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol  PP), I Ketut Rauh mengatakan, warga sangat antusias dengan adanya sosialisasi rokok ilegal, bahkan ada beberapa kepala Desa di beberapa tempat menginginkan supaya kegiatan sosialisasi ini dilakukan di setiap Desa yang berada di Lombok Barat.


"Tapi itu belum bisa kita akomodir, kemungkinan di 2022 bisa kita tingkatkan prekuensinya yang saat ini perkecamatan itu dua kali, mungkin nanti pada tahun 2022 kita bisa tiga sampai empat kali", ucapnya.


Pihaknya juga mengakui, selama melakukan kegiatan sudah ada yang ditemukan rokok ilegal beredar yang didagangkan di sejumlah pasar yang berada di Lombok Barat.


"Selama kami melakukan kegiatan ini memang ada yang sudah ditemukan, baik itu dari pasar maupun dari pedagang lainnya, yang di katagori rokok ilegal yaitu yang tidak ada cukai rokoknya," akunya.(Ndi)

ADSEN KIRI KANAN