Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Baru Keluar Penjara, Residivis Ini Kembali Ditangkap 8,9 Gram Sabu Diamankan

Minggu, 05 September 2021 | 20:30 WIB Last Updated 2021-09-05T13:30:24Z
Residivis diamankan petugas serta barang bukti.


Lombok, fajarharapan.id - Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Timur (NTB) berhasil menggulung terduga pengguna narkoba jenis sabu, Sabtu (4/9/2021) dinihari.


Di tangan tersangka berinisial YA (residivis yang baru keluar dari penjara) petugas berhasil mengamankan 8,9 gram jenis sabu di tangan pelaku. Penangkapan tersangka di Dusun Paok Kambut, Desa Masbagek Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. 


Penangkapan itu karena ada laporan dari masyarakat, atas tuduhan pemakaian narkotika berjenis sabu. Kasat Narkoba Polres Lotim Iptu I Gusti Ngurah Bagus Suputra S.H.M.H, memerintahkan tim Opsnal Sat Resnarkoba yang dipimpin KBO Sat Resnarkoba Ipda Suhardi, S.H.


Tim berhasil meringkus YA sekitar pukul 01.00 WITA. Petugas melakukan penggeledahan badan dan pakaian pelaku, yang kemudian berlanjut penggeledahan rumah pelaku. 


Di dalam rumah pelaku, petugas mendapatkan kantung plastik hitam yang berisi barang narkotika jenis sabu seberat 8,9 gram. "Ada pun setelah ditimbang, narkotika jenis sabu yang dimiliki pelaku seberat 8,9 gram," Jelas Kasat Narkoba.


Dari pengakuan pelaku barang haram itu dibelinya di seorang penjual berasal dari Dusun Jurit, Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik. 


Narkotika jenis sabu tersebut dibelinya bersama dengan barang bukti yang ditemukan petugas waktu penggeledahan, 1 bungkus plastik klip berisi kristal bening, 2 bungkus plastik klip berisi klip kosong dan 1 unit timbangan digital warna hitam. Semua barang itu seharga Rp7 juta.


Selain barang haram tersebut, Polisi juga menyita beberapa barang bukti lainnya berupa 1 unit hand phone merk nokia warna putih, 1 buah gunting, dan 1 unit sepeda motor merk Suzuki Satria R warna biru.


Pelaku melanggar pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana penjara paling singkat 6 tahun paling lama seumur hidup.


"Pelaku merupakan residivis yang sebelumnya pernah kami tangkap dan menjalani hukuman selama 1,4 tahun penjara dan baru keluar pada Agustus lalu," tutur Kasat Res Narkoba. (zan)

ADSEN KIRI KANAN