Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Banjarmasin Dicanangkan Jadi Kota Ramah Difabel

Rabu, 29 September 2021 | 07:53 WIB Last Updated 2021-09-29T00:54:26Z
Zoom Meating Pencanangan Kota Kita Bersama Walikota Banjarmasin Ibnu Sina


Banjarmasin, fajarharapan.id - Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina membuat organisasi Kota Kita (KK). Organisasi ini merupakan organisasi nirlaba yang sudah dipakai di Kota Solo, Indonesia.


Kota Kita lebih dikenal dengan  kefokusan keahlian di bidang perencanaan kota untuk masyarakat dalam melakukan pembangunan kota. 


Vanesha Manuturi, selaku Comunication dan Advocacy Manager Kota Kita, menyampaikan pihaknya hanya menjembatani dialog antara pemerintah dan konstituennya, dengan memfasilitasi partisipasi dan kolaborasi masyarakat.


"Pihak kami hanya memberikan masukan kebijakan, serta mendorong keterbukaan akses terhadap informasi, dan menyelenggarakan pendidikan kewargaan untuk memberdayakan warga kota," ungkapnya, Selasa (28/9/2021).


Kegiatan yang dilakukan Kota Kita berfokus pada isu tata kelola pemerintahan, inklusivitas, dan ketangguhan perubahan iklim. 


Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat mengikuti Zoom Meating pembahasan Kota Kita mengatakan, hampir satu dekade, dia bekerja membangun visi dan perencanaan kota, mulai dari intervensi di lingkup kawasan, skala kota, hingga wilayah yang lebih besar.


Selama 10 tahun terakhir, Kota Kita telah berupaya mendorong partisipasi warga melalui 40+ program di 20+ kota di Indonesia dan juga di level internasional.


"Kota Banjarmasin telah mencatat beberapa pencapaian penting upaya menuju kota inklusif, terutama bagi penyandang disabilitas," ujarnya.


Menurutnya, menetapkan Perda Kota Banjarmasin Nomor 9 tahun 2013 mengenai Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas, Pendirian Forum SKPD Peduli Disabilitas Kota Banjarmasin melalui Keputusan Walikota Banjarmasin Nomor 352 Tahun 2016,  advokasi masyarakat sipil,pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan dan terus menjadi tugas bagi Kota Banjarmasin dan seluruh warga kota.


Perlu diketahui Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI) adalah inisiatif implementasi global pada mobilitas berkelanjutan dibentuk melalui penyatuan 11 mitra bergengsi. "Kami bersatu dalam satu tujuan: mengubah mobilitas untuk keuntungan manusia dan lingkungan, dengan pandangan ke masa depan," ungkap Vanesha Manuturi


TUMI sendiri mendukung proyek transportasi di seluruh dunia dan memungkinkan pembuat kebijakan untuk mengubah mobilitas perkotaan. Kita percaya pada mobilitas berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.


"Kami mendasarkan TUMI pada tiga pilar yaitu inovasi, pengetahuan, dan investasi, mendukung proyek percontohan inovatif di sekitar dunia. Kami berbagi pengetahuan dengan para perencana tentang modern konsep mobilitas, dalam lokakarya dan konferensi. Berinvestasi dalam pembangunan dan modernisasi perkotaan yang berkelanjutan infrastruktur," cetusnya


Sebagai bagian dari Transformative Urban Mobility Initiative, (TUMI) yang didukung oleh Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) dan Asian Development Bank (ADB), Kota Kita telah bekerja untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai perencanaan yang inklusif dan membangun kapasitas masyarakat untuk merancang dan mengimplementasikan program percontohan di kota melalui proses yang digerakkan oleh masyarakat. TUMI Inclusive Banjarmasin: Urban Mobility and Accessibility for All.


Program ini merupakan kerjasama antara mitra lokal, Pemerintah kota Banjarmasin, Kaki Kota Banjarmasin, Urban + Institute, Difabike, LK3, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Wasaka Team, Universitas Lambung Mangkurat, MAN 2 Model Banjarmasin, SMK NU Banjarmasin, SDN Gadang 2 Banjarmasin, dan SMPN 10 Banjarmasin. 


Tiga inisiatif dalam program ini telah diimplementasikan melalui program TUMI dan kolaborasi dengan pemerintah kota, akademisi, praktisi, dan juga penyandang disabilitas. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dalam mobilisasi melalui pembuatan motor roda tiga yang dapat digunakan sebagai layanan mobilitas baru di Kota Banjarmasin.


Proses ini melibatkan kolaborasi dari Difabike (Yogyakarta), bengkel teknis resmi, Proses ini melibatkan kolaborasi dari Difabike (Yogyakarta), bengkel teknis resmi, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (Yogyakarta), Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin), MAN 2 Model Banjarmasin, dan SMK NU Banjarmasin. 


Perancangan dan konstruksi motor roda tiga juga melibatkan penyandang disabilitas yang nantinya akan menjadi penerima manfaat motor roda tiga sebagai layanan keseharian mereka


Memberdayakan penyandang disabilitas di Banjarmasin yang memiliki keterbatasan pilihan mobilitas untuk menjadi lebih mandiri dan membuka akses lapangan kerja nantinya.(feb)

ADSEN KIRI KANAN