Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Anak Ini Lahir Tanpa Anus, LP2M Mitra Sehati dan GMF Peduli Lotim Langsung Tanggap

Senin, 20 September 2021 | 09:34 WIB Last Updated 2021-09-20T02:34:06Z
Anak yang tanpa anus dibantu LP2M Mitra Sehati dan GMF Peduli Lotim


Lombok Timur, FajarHarapan.id - Lembaga Peduli dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Mitra Sehati Lombok Timur dan Garuda Mandiri Foundation (GMF) Peduli langsung tanggap setelah mendapatkan informasi adanya seorang anak yang lahir tanpa anus asal Dusun Lelonggek, Desa Suntalangu, Kecamatan Suwela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB)m Minggu (19/9/2021).


Anak yang bernama Sani Ramadoni harus berjuang melawan penyakit yang sedang diderita yaitu usus buntu yang diakibatkan karena terlahir tanpa anus. Sehingga harus dilakukan pembedahan melalui perutnya dan mengeluarkan ususnya untuk mempermudah proses buang air besar (defekasi).


Murdiyah selaku ibu mengungkapkan bahwa, dia baru mengetahui kalau Sani tidak memiliki anus setelah dua hari pasca kelahirannya. "Sudah dua hari semenjak kelahirannya, anak saya tidak pernah buang air besar, sayapun heran. Namun setelah dicek ternyata dia tidak punya anus" ungkapnya saat ditemui wartawan FajarHarapan.id di rumahnya.


Sani sudah dua kali melakukan operasi di RSUD Provinsi NTB lanjutnya, operasi pertama pada tahun 2017 untuk mengeluarkan ususnya dan operasi yang kedua pada tahun 2019 untuk memperbaiki jahitan operasi pertama dan memindahkan ususnya yang keluar ke posisi samping kanan perutnya. 


Pembiayaan untuk operasi pertama dan kedua tersebut oleh ayahnya yaitu Suhaedi. "Melihat kondisi anak saya yang semakin memperihatinkan saat itu, akhirnya saya berinisiatif untuk pergi bekerja ke negara Malaysia, agar saya bisa membiayai proses pengobatan anak saya", paparnya.


Diakui, bahwa Sani juga pernah akan melakukan operasi untuk yang ketiga kalinya yaitu untuk pembuatan anus, akan tetapi pihak keluarga terpaksa membatalkannya karena terkendala masalah ekonomi. "Operasi yang ketiga itu pada tahun 2020, namun kami batalkan karena kurangnya biaya", cetus Suhaedi.


Melihat hal demikian, LP2M Mitra Sehati Lotim dan GMF Peduli bersama-sama untuk membantu mengurusi perihal administrasi dan meringankan beban biaya pengobatan Sani. "Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu  meringankan biaya operasi Sani" ungkap Samsuri atau akrab dipanggil Pe Cam selaku Ketua LP2M Mitra Sehati Lotim. 


Selain itu, Ketua GMF Peduli Kemas Omi Andrean juga akan siap membantu meringankan biaya pengobatan Sani. "Kami dari GMF Peduli juga akan mengusahakan sebaik mungkin agar proses operasi pembuatan anusnya dilakukan secepatnya" ungkapnya.


Pihak keluarga Sani sangat merasa terbantu dengan kepekaan serta kepedulian dari kedua lembaga tersebut. "Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran kedua lembaga ini. Semoga niat baiknya diijabah oleh-Nya", harap Suhaedi. (Reza P / Zan)

ADSEN KIRI KANAN