Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Lombok Timur Akan Banjir Literasi Lewat Representatif Kreativitas Pemuda-pemuda Aikmel

Minggu, 29 Agustus 2021 | 06:01 WIB Last Updated 2021-08-28T23:39:20Z


Lombok Timur - Literasi adalah aspek penting untuk mengembangkan sumber daya manusia suatu daerah; semakin kuat daya literasi suatu daerah, semakin maju pula perkembangan daerah itu. Daya literasi itu bisa tersalurkan ke masyarakat terlebih khususnya ke pemuda yang sebagai cikal bakal kemajuan suatu wilayah lewat bagaimana pemerintah desa memperhatikan gerakan dan mimpi pemuda-pemudanya terhadap desa.


Pemikiran seperti itulah yang tertanam di benak calon kepala Desa Aikmel, Kec. Aikmel, Kab. Lombok Timur 2021 - 2024. Walaupun belum dilantik secara resmi, dengan gambarannya tentang desa maju seperti yang tersebut itu, calon kepala desa yang akan dilantik pada 31 Agustus 2021, Ir. Sunarno Sabirhan, sudah menyiapkan arsitek khusus untuk merombak ulang Pesanggrahan Aikmel agar pemuda-pemuda Desa Aikmel bisa menyalurkan ide-idenya di sana untuk perkembangan parawisata Desa Aikmel.


"Kami ada orang, ahli dalam bidang arsitektur, yang akan menyulap pesenggrahan kita menjadi tempat wisata terhandal. Saya yakin kreativitas pemuda-pemuda Aikmel menghiasi pesenggrahan itu." Ucar Ir. Sunarno Sabirhan kepada wartawan Fajarharapan.id (28/08/2021)


Di Desa Aikmel sendiri terdapat dua komunitas kecil yang memegang bidang literasi, yakni Surau Pepaosan dan Puan Aksara. Surau Pepaosan berdiri di 3 tiang aspek sosial: Seni, Budaya, dan Literasi. Komunitas ini mengarahkan diri mereka pada pemberdayaan manusia lewat 3 aspek sosial tersebut. Sudah banyak program-program yang mereka salurkan ke desa untuk mempromosikan desa mereka.


"Salah satunya yang sudah menjadi acara terbesar kami, yakni Camp Aksara yang diadakan pada tanggal 3 November 2020 lalu. Bekerja sama dengan Puan Aksara acara ini berhasil menampung 14 komunitas di seluruh Lombok Timur. Bayangkan, dengan acara itu saja orang-orang berdatangan ke Aikmel, apalagi kami dibantu oleh pemerintah desa." Jelas M. Habibi di basecamp Surau Pepaosan.


Begitu juga dengan Puan Aksara. Komunitas ini sudah menjadi ikon penting desa mengenai masalah pendidikan generasi. Dengan program Lapak Buku mereka yang didampingi dengan aktivitas Membaca Nyaring untuk anak-anak, mereka sudah banyak menumpahkan kepedulian pentingnya ilmu pengatahuan kepada anak-anak.


"Kami mengeluh dengan keadaan perpustakaan daerah yang tidak ada cara lagi mereka menggerakkan masyarakat untuk membaca, selebih khususnya kepada anak-anak, generasi kita ke depannya. Seharusnya merekalah yang melakukan apa yang kami lakukan ini. Dari bekal keluhan itu, saya bersama teman-teman lainnya membentuk komunitas ini." Cerita Dian Eka Saputri, S. Sos, pengurus komunitas Puan Aksara di kediamannya sendiri, yang saat ini masih berharap ada intansi-intansi dan pemerintahan wilayah melihat perjuangan komunitas ini.


Disebutkan pula, komunitas ini sudah memiliki 8 wilayah di luar daerah Kecematan Aikmel yang mereka bawa dengan programnya itu.


"Kami memanfaatkan media untuk menghadirkan nama kami di depan khalayak umum, dan sangat berhasil. Sampai-sampai ada 8 wilayah yang meminta kami datang ke tempatnya untuk lapak buku. Kami sering juga bekerja sama dengan komunitas sebelah, Surau Pepaosan, kerena mereka kan seniman, bakat semacam itu bisa digunakan dalam Membaca Nyaring, sebuah cara kami mendekatkan diri pada anak-anak. Cara ini bentuknya, kita mendongeng ke anak-anak sambil bermain-main." Lanjutnya.


Mengenai media online Desa Aikmel mempunyai dua media yang progresif selama ini: Surau Pepaosan dengan channel youtube-nya, Pepaosan TV dan Surau Pepaosan Official yang menayangkan karya-karyanya (berupa musik tradisional dan modern, perihal budaya lokal, dan wahana-wahana sastra seperti pembacaan puisi dan musikalisasi puisi), dan diskusi-diskusi pendek mengenai literasi; terus pada bidang media, Nawala TV dengan akun youtubenya, Nawala lite yang fokus menayangkan sebuah program yang mereka sebut Civil Society, sebuah acara yang menampilkan podecast perihal literasi.


"Media tidak bisa kita elakkan dalam memajukan desa, alat itu adalah cara ampuh untuk memperkenalkan diri ke siapa saja. Di desa ini, ada Nawala TV yang fokus di media, dan kami juga yang mempunyai dua channel youtube." Ungkap Ketua Surau Pepaosan.


Tidak hanya di Desa Aikmel saja, melangkah sedikit ke timur desa itu, tepatnya di Desa Aikmel Timur, ada satu lembaga yang ikut serta memajukan literasi wilayah Kec. Aikmel, namanya Lembaga Belpas Peduli. Lembaga ini berdiri pada tahun 2018.


"Langkah awal kami lewat program lingkungan mengenai sampah yang diabaikan oleh pemerintah desa kami. Kemudian awal tahun 2020 pemerintah desa menyediakan TPA (Tempat Pembuangan Awal). Masyarakat suka kebaikan, siapa yang tak suka baikan, itu sebabnya banyak sumbangan amal dari masyarakat yang dimasukkan ke kami untuk anak yatim yang kami urus selama ini. Dana-dana kami juga dibantu oleh DLHK (Dewan Lingkungan Hidup) Lombok Timur." Tutur Fery Sahrial, M. Pd, pengurus Belpas Peduli, di kantor Belpas Peduli.


Pada pertengahan bulan 2020, lembaga ini menyediakan Belpas Institute, platfrom yang mendidik genarasi mengenai pentingnya ilmu pengetahuan. Tidak hanya itu, mereka juga mengadakan pengajian bebas untuk pemuda-pemuda yang memiliki pergaulan bebas, yang mereka beri nama Pasar Dakwah. Program itu disiarkan secara langsung di akun youtube dan facebook Nawala TV.


"Melihat kenyataan lingkungan kami yang banyak dihuni oleh pemuda dengan pergaulan bebas, kami punya trobasan bersama Nawala TV yang sekarang berhasil mengurangi kenakalan anak muda, trobosan itu kami sebut Pasar Dakwah, yang ditayangkan dengan live straeiming di Nawala TV. Di samping itu juga, ada juga Bale Belpas Al-Quran untuk anak-anak." Lanjutnya.


Jauh sebelum Ir. Sunarno Sabirhan terpilih secara resmi oleh masyarakat lewat Pilkades kemarin, calon kepala desa yang segera dilantik ini sudah turun ke masyarakat untuk mendata elemen masyarakat apa saja yang paling diperhatikan. Dengan data itu, akan menjadi inti sari visi dan misinya.


"Setelah pelantikan besok kami akan tambah ruang untuk pemuda-pemuda ini. Dengan perubahan pesenggrahan kita besok, pemerintah desa bisa menyediakan tempat yang memadai kreativitas pemuda-pemuda kita. Setelah pelantikan selesai, kita periksa progarm-program kepala desa yang dulu yang mengarah ke pemuda, bila tidak ada yang direalisasikan dulu, kita pakai sekarang, bila perlu kita tambah." Janji cekades Desa Aikmel kepada pemuda-pemuda Desa Aikmel (zan).

ADSEN KIRI KANAN